EKRAF Nusa Tenggara Barat

Ekonomi Baru NTB: Dari IP Event Hingga “Silicon Mandalika”

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Kementerien Ekraf, Jakarta, Selasa (10/3).

JAKARTA — Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah merancang ulang cetak biru ekonominya, bergeser dari sekadar destinasi wisata alam menuju pusat inovasi digital dan kreatif di Timur Indonesia. Dalam audiensi strategis di Jakarta, Selasa (10/3/2026), Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, secara resmi memberikan lampu hijau bagi tiga inisiatif besar yang diusulkan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

​Kemitraan ini bertujuan untuk mengapitalisasi potensi Mandalika melalui penguatan Intellectual Property (IP) event, vokasi digital kelas dunia, dan infrastruktur data ramah lingkungan.

​Menuju Standar Global Penyelenggaraan Event

​Menteri Ekraf menekankan pentingnya standarisasi bagi para pelaku industri event di NTB. Untuk mendorong lahirnya IP event baru—mulai dari festival musik, pameran internasional, hingga seminar berskala besar—Kementerian Ekraf akan menggandeng Indonesia Event Industry Council (IVENDO).

​Tujuannya jelas: melakukan sertifikasi dan pelatihan bagi Event Organizer (EO) lokal. Dengan sertifikasi ini, pegiat kreatif di NTB diharapkan mampu mengelola kegiatan dengan standar nasional maupun internasional tanpa harus bergantung pada penyedia jasa dari luar daerah.

​”School 42″ dan Ambisi Digital Mandalika

​Salah satu terobosan paling progresif dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengembangan sekolah programming atau coding internasional melalui kolaborasi dengan School 42. Program vokasi gratis ini dirancang untuk menciptakan talenta digital dan multimedia yang siap diserap oleh subsektor ekonomi kreatif global.

​Selain itu, Pemprov NTB memaparkan rencana pembangunan Data Center berbasis tenaga surya di kawasan Mandalika. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi magnet bagi para digital nomad dan pemain gig economy. Menteri Riefky menegaskan bahwa pusat data adalah tulang punggung ekosistem digital yang selaras dengan mandat Menko Perekonomian dalam mendukung mobilitas pekerja digital global.

Strategic Audit: NTB Creative & Digital Transformation

Pilar StrategisAksi TerencanaVonis GETNEWS (Audit)
Industri EventSertifikasi EO lokal melalui kolaborasi IVENDO.CAPACITY BUILDING
Vokasi DigitalPembangunan “School 42” untuk coding & multimedia.TALENT PIPELINE
Infrastruktur HijauSolar-powered Data Center di Mandalika.GREEN ECOSYSTEM

Catatan Akhir: Super Hub Bali-Nusa Tenggara

​Visi Gubernur Iqbal mengenai penggabungan kekuatan Bali, NTB, dan NTT menjadi sebuah Super Hub pariwisata dan ekonomi kreatif kian mendekati realitas. Dengan mengintegrasikan energi (solar), pariwisata, dan kreativitas, NTB tidak lagi hanya mengejar angka kunjungan wisatawan, tetapi juga membangun kemandirian infrastruktur digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan konektivitas fisik dan digital antara ketiga provinsi ini berjalan mulus guna menciptakan efek domino ekonomi yang berkelanjutan di wilayah kepulauan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *