(Executive Summary: As Indonesia undergoes a significant 100-day strategic recovery and radical land reforms, gold prices have surged to near-record highs. On December 26, 2025, Antam’s gold price reached Rp2,589,000 per gram, reflecting strong market demand for safe-haven assets. This surge underscores investor confidence in physical commodities as the state intensifies its asset recovery and disaster mitigation efforts.)
GET DATA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan taringnya sebagai instrumen pelindung nilai (safe haven) utama. Pada perdagangan Jumat (26/12/2025), harga emas melesat Rp13.000 ke level Rp2.589.000 per gram, hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level Rp2.590.000.
Kenaikan signifikan ini terjadi di saat Indonesia sedang berada dalam momen krusial pemulihan 100 hari bencana Sumatera dan manuver besar pemerintah dalam menyita aset mafia lahan senilai Rp150 triliun.
Baca juga: LHP BPK : Gubernur Akui Kelemahan Sistem 20 Tahun, Siapkan Reformasi Total!
Analisis Getnews: Mengapa Emas Mendekati Rekor?
Lonjakan harga ini mencerminkan dua hal fundamental bagi audiens Getnews:
- Insting Pasar terhadap Krisis: Ketidakpastian hidrometeorologi di Sumatera yang berdampak pada 89.000 hektar sawah memicu pelaku pasar untuk mengalihkan aset ke instrumen yang lebih stabil.
- Validasi Kedaulatan: Manuver kedaulatan Presiden Prabowo dalam mereklamasi 4,08 juta hektar lahan justru memberikan sentimen positif bagi aset fisik nasional, di mana emas menjadi representasi ketahanan nilai ekonomi di tengah reformasi struktural.
MONITOR HARGA LOGAM MULIA (PER 26 DESEMBER 2025)
Kenaikan harga emas ini bukan sekadar fenomena pasar biasa. Bagi pembaca Getnews, ini adalah sinyal untuk terus memantau dinamika kedaulatan ekonomi nasional. Ketika aset fisik mendekati rekor, itulah saatnya kita melihat betapa pentingnya menjaga setiap jengkal kekayaan negara dari kebocoran sistemis.
Baca juga: Membedah ‘Paradoks Indonesia’: Mengapa Visi Prabowo Tahun 2017 Adalah Solusi Krisis Lahan 2025?




