Lupakan sejenak Tom Cruise yang bergelantungan di pesawat atau Vin Diesel yang balapan sambil membawa brankas. Pekan ini, aksi pemacu adrenalin paling nyata justru terjadi di jalanan Depok. Tokoh utamanya bukan bintang Hollywood, melainkan oknum pejabat Pengadilan Negeri (PN) Depok dan tim pengintai KPK yang sedang memainkan skenario “Operasi Senyap tapi Berisik”.
Kasusnya klasik: sengketa lahan. Masalah yang biasanya bikin pusing kepala, kali ini malah bikin kaki menginjak pedal gas dalam-dalam.
SCENE START: EKSTERNAL JALANAN MARGONDA – SIANG HARI
CAST:
- PEJABAT PN DEPOK: Membawa tas berisi “pelicin” sengketa lahan. Keahlian: Mengetuk palu dan—ternyata—menyetir dalam tekanan.
- TIM KPK: Mengenakan jaket biasa, mata tajam, membawa borgol yang sudah rindu “pergelangan tangan baru”.
ADADEGAN:
Sebuah mobil sedan meluncur zig-zag menghindari angkot yang ngetem. Di belakangnya, dua mobil SUV hitam membuntuti dengan presisi tinggi. Ini bukan syuting film The Raid 3, ini adalah aksi kejar-kejaran OTT (Operasi Tangkap Tangan) paling “sporty” tahun ini.
Oknum pejabat kita mungkin mengira dia sedang berada di sirkuit balap, berusaha meloloskan diri dari sergapan demi mengamankan “uang administrasi” lahan. Sayangnya, tim KPK bukan supir tembak yang gampang dikelabui. Di ujung pengejaran, sang pejabat harus menerima kenyataan pahit: palu sidangnya tak cukup kuat untuk mengerem nasib yang sudah kadung blong.
Sungguh ironis melihat aparat hukum yang seharusnya menjaga keadilan di atas tanah rakyat, justru malah jadi pelari cepat di atas aspal demi uang haram. Depok memang tidak pernah kehabisan cerita ajaib, mulai dari babi ngepet sampai pejabat yang mendadak jadi stuntman dadakan saat mau diciduk.
Pesan moralnya sederhana: kalau kamu merasa hebat bisa memenangkan sengketa lahan dengan uang pelicin, ingatlah bahwa di belakangmu ada tim KPK yang siap melakukan adegan stunt yang jauh lebih keren dari apa yang pernah kamu bayangkan.
Sengketa lahannya mungkin belum selesai, tapi “karir balap” sang pejabat dipastikan tamat di episode kali ini. Cut! Print!




