ANALISIS GETNEWS

The 20% Heist: Purbaya’s Confidence vs the Teachers’ Altar

Menkeu Purbaya Yudi Sadewa (Dok. Kemenkeu)

JAKARTA — Di koridor Mahkamah Konstitusi (MK), sebuah “perang proksi” atas masa depan fiskal Indonesia sedang berkecamuk. Di satu sisi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memancarkan keyakinan memenangkan uji materi UU APBN 2026. Namun di sisi lain, sebuah angka provokatif muncul dari meja Badan Gizi Nasional (BGN): insentif Rp6 juta per hari bagi mitra pelaksana Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Sebuah angka yang, jika dikalkulasi, membuat pendapatan harian seorang mitra melampaui gaji bulanan guru honorer yang tengah berjuang mempertahankan “altar” pendidikan mereka.

Strategic Insight: The Battle for the 20% Education Altar

​Sidang uji materi UU APBN 2026 bukan sekadar adu argumen, melainkan pertarungan memperebutkan validitas konstitusional dari Rp268 Triliun dana pendidikan yang “dialihkan” untuk MBG.

1. Amunisi Penggugat: Bukti “Gagal Fokus” Konstitusi

​Berdasarkan dokumen gugatan nomor 52/PUU-XXIV/2026, para guru membawa bukti primer:

  • Putusan MK No. 011/PUU-VI/2008: Menegaskan anggaran 20% murni untuk operasional pendidikan.
  • Kanibalisme Anggaran: Pemotongan DIPA riset hingga 15% demi mengakomodasi operasional MBG, termasuk insentif fantastis bagi mitra.
  • Disparitas Nilai: Publik dikejutkan dengan fakta bahwa insentif Rp6 juta/hari tetap cair meski pelayanan libur, sementara guru honorer tetap menanti kepastian status ASN yang tertunda akibat keterbatasan ruang fiskal.

2. Pembelaan Pemerintah: Investasi vs Kesiapan Belajar

​Kepala BGN, Dadan Hindayana, berargumen bahwa insentif tersebut adalah “jaminan pengembalian investasi” bagi mitra yang telah merogoh kocek mandiri hingga Rp2 miliar per dapur SPPG. Dari sisi Menkeu, MBG tetap dipaksakan masuk pos pendidikan dengan dalih “gizi adalah prasyarat kognisi”.

Strategic Audit: Incentive vs Integrity

The ContentionGetNews Verdict (Verified)
The 6-Million GapEthical Failure. Membayar mitra Rp180 juta/bulan di saat anggaran riset guru dipangkas adalah pesan bahwa “Operator Logistik” lebih bernilai daripada “Pencetak Peradaban”.
Constitutional IntegrityCritical. Gugatan di MK sangat kuat secara normatif. Penggunaan dana pendidikan untuk insentif investasi komersial (mitra dapur) adalah titik lemah hukum pemerintah.
The Purbaya RiskJika MK memenangkan para guru, skema insentif BGN akan runtuh. Tanpa dana pendidikan sebagai penyangga, MBG akan menjadi beban defisit yang membahayakan rating kredit nasional.

Bottom line: Membayar mitra Rp6 juta sehari sambil memotong anggaran guru adalah “pembangunan tanpa jiwa”. Mahkamah Konstitusi kini harus memutuskan: apakah APBN adalah alat untuk menyejahterakan kroni logistik atau jaminan masa depan bagi mereka yang menjaga altar ilmu pengetahuan.

Further reading: Operasi Senyap di Balik Teror Digital Ketua BEM UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *