LOMBOK BARAT – Di tengah arus utama pariwisata Lombok yang kian masif, sebuah “surga tersembunyi” mulai dipetakan di pedalaman Karang Bayan. Babinsa Karang Bayan, Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Tri Ary Susanti, bersama perangkat desa melakukan penetrasi ke kawasan Ampan Tepong, Minggu (12/4). Kawasan ini diidentifikasi sebagai prototipe wisata berbasis hutan yang menawarkan otentisitas alam, mulai dari vegetasi rapat hingga aliran air jernih yang belum tercemar.
Langkah eksplorasi ini bukan sekadar rekreasi, melainkan upaya mitigasi ekonomi desa melalui pemanfaatan jasa lingkungan. Ampan Tepong diproyeksikan menjadi penyangga ekonomi baru bagi warga lokal yang selama ini bergantung pada sektor agraris konvensional. Namun, tantangan infrastruktur menjadi variabel penghambat; jalur setapak yang sulit diakses memerlukan intervensi bertahap agar tidak merusak ekosistem asli saat dikembangkan nanti.

Sekdes Mandrawasih menegaskan bahwa kunci keberhasilan Ampan Tepong terletak pada promosi strategis dan keterlibatan komunal. Tanpa manajemen berbasis komunitas (Community Based Tourism), keasrian kawasan ini rentan terancam oleh eksploitasi yang tidak terkendali.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Rinjani Bukan Bukit Teletubbies: Gubernur Iqbal dan Strategi Menyingkirkan Pendaki “Low Budget”



