AMBARA

Pertamina Beranak Pinak: Ketika BUMN Lebih Subur dari Program KB

​PRESIDEN PRABOWO Subianto baru saja mengalami shock budaya birokrasi yang luar biasa. Di acara tasyakuran Danantara (11/3), sang Presiden mengaku kaget bukan main setelah mengetahui bahwa Pertamina ternyata punya “keluarga besar” yang anggotanya mencapai 200 anak dan cucu perusahaan. Bayangkan, kalau Pertamina bikin acara buka puasa bersama, mungkin butuh satu stadion bola cuma buat nampung jajaran direksi anak, cucu, hingga cicitnya. Program Keluarga Berencana (KB) tampaknya sama sekali tidak berlaku di lingkungan BUMN kita.

​Yang bikin Prabowo makin gemas bukan cuma jumlahnya yang kolosal, tapi adanya “tembok ghaib” bernama peraturan aneh. Konon, menurut aturan yang entah datang dari galaksi mana, kalau BUMN induk boleh diaudit negara, tapi kalau level cucu perusahaan katanya “nggak boleh”. Ini adalah logika paling ajaib sejagat raya: induknya dipantau, tapi cucunya dibiarkan main petak umpet dengan uang negara. Prabowo pun menyentil keras, “Peraturan dari mana ini?” Sebuah pertanyaan yang juga mewakili jutaan rakyat yang bingung kenapa uang negara hobi banget mampir ke tempat-tempat yang sulit diaudit.

GETNEWS STRATEGIC AUDIT: BUMN Corporate Bloating
Variabel MasalahTemuan PresidenLensa Strategis (Mojok Style)
Struktur OrganisasiPertamina punya 200 anak-cucu; Total BUMN >1.000 entitas.Over-Fertility. Terlalu banyak mulut untuk diberi makan (gaji direksi), terlalu sedikit hasil untuk rakyat.
Celah RegulasiAturan ‘ajaib’ yang melarang audit negara pada level cucu.The Audit Black Hole. Aturan ini sengaja dibuat biar ‘kebocoran’ bisa mengalir tenang tanpa keganggu BPK.
Solusi KonsolidasiPemusatan aset di bawah Danantara & pengawasan ketat.One Command Policy. Prabowo mau jadi ‘Kepala Keluarga’ yang galak biar anak-cucunya nggak jajan sembarangan pake uang negara.
Analysis: GetNews Intelligence Unit | Source: BPMI Setpres [12 Mar 2026]

​Dengan total lebih dari 1.000 entitas di bawah pengelolaan negara—jauh melampaui laporan awal yang cuma 250—Prabowo menegaskan bahwa tidak ada teori manajemen di planet bumi ini yang sanggup mengelola seribu perusahaan secara efisien. Lewat Danantara, Prabowo ingin melakukan “bersih-bersih gudang” besar-besaran. Instruksinya jelas: BPK, BPKP, Kejaksaan, sampai Polisi disuruh “masuk-keluar” buat mengawasi. Sepertinya, hari-hari tenang para cucu dan cicit BUMN yang hobi sembunyi di balik celah regulasi akan segera berakhir dengan drama penggeledahan yang lebih seru dari sinetron.

“Punya 200 anak-cucu tapi sulit diaudit itu namanya bukan perusahaan, tapi persembunyian. Kalau BUMN sibuk beranak-pinak tanpa fungsi jelas, yang kenyang bukan rakyat, tapi para komisaris yang jabatannya hasil ‘giveaway’ politik.”— AMBARA SATIRE INDEX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *