AMBARA

Oknum TNI dan Teror Air Keras: Ketika Sapta Marga Larut dalam Asam Sulfat

​TABIR GELAP yang menyelimuti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, akhirnya mulai tersingkap, dan sayangnya, baunya lebih menyengat daripada cairan kimia itu sendiri. Danpuspom TNI, Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, baru saja merilis kabar yang bikin kita mengelus dada sambil geleng-geleng kepala: ada empat anggota TNI dari berbagai matra yang diduga kuat menjadi otak sekaligus eksekutor di balik serangan pengecut itu. Ternyata, “ninja” bermotor yang tempo hari menghilang di kegelapan Salemba itu bukan hantu, melainkan oknum yang digaji pakai pajak rakyat untuk melindungi rakyat. Sebuah plot twist yang lebih horor daripada film thriller mana pun.

​Yang bikin makin “spesial”, keempat oknum ini berasal dari satuan yang berbeda-beda, menunjukkan sebuah kolaborasi lintas matra yang luar biasa—sayangnya untuk urusan yang sangat salah. Bayangkan, sinergi yang seharusnya dipakai untuk menjaga kedaulatan negara, malah dipakai untuk menjaga “kenyamanan” pihak-pihak yang alergi dengan kritik soal UU TNI. Ini bukan lagi sekadar kenakalan oknum, tapi sebuah pesan bahwa di mata sebagian pemegang senjata, kritik adalah ancaman yang harus dibungkam dengan luka bakar permanen. Sapta Marga yang selama ini diagungkan seolah larut begitu saja saat dicampur dengan dendam dan air keras.

​Kita patut mengapresiasi keberanian Danpuspom TNI untuk membuka borok ini ke publik. Tapi, tentu saja, rakyat tidak akan puas hanya dengan rilis nama. Pertanyaan besarnya tetap satu: siapa “Sutradara” di balik keempat oknum ini? Masa iya, empat prajurit dari matra berbeda mendadak punya ide cemerlang yang sama untuk patungan beli air keras dan menyerang aktivis cuma karena iseng di waktu luang? Logika kita—yang mungkin sudah sering dianggap “tidak tertib” oleh pemerintah—mengatakan ada rantai komando atau setidaknya “pesanan” yang lebih tinggi di belakang mereka. Jangan sampai empat orang ini cuma jadi tumbal demi menyelamatkan bintang-bintang yang lebih besar di langit birokrasi.

“Menangkap eksekutor berbaju loreng itu baru setengah jalan. Ujian sesungguhnya adalah menangkap siapa yang memberikan perintah. Jangan sampai prajurit masuk sel, tapi jenderalnya tetap bisa tidur nyenyak di bawah AC yang tidak boleh diganti baru itu.”— AMBARA SATIRE INDEX

​Kasus ini sekarang menjadi ujian bagi janji “penertiban” dan “hukum tanpa pandang bulu”. Kalau kemarin aktivisnya disiram air keras karena vokal, sekarang giliran hukum yang harus menyiram kasus ini dengan transparansi sampai tuntas. Rakyat ingin melihat apakah pengadilan militer nanti bakal jadi panggung keadilan yang nyata, atau cuma sekadar prosedur formalitas yang ujung-ujungnya berakhir dengan hukuman “ringan” karena alasan pengabdian. Di tengah isu remiliterisasi yang makin kencang, keterlibatan oknum TNI dalam teror fisik terhadap warga sipil adalah noda hitam yang tidak bisa dihapus cuma pakai sabun colek, tapi harus dengan pembersihan total di tubuh institusi.

​Akhirnya, buat para aktivis dan pengamat di luar sana, kabar ini adalah pengingat pahit. Bahwa bahaya itu terkadang datang dari mereka yang seharusnya menjadi perisai. Kita semua berharap Andrie Yunus yang sedang berjuang di RSCM bisa segera pulih, dan matanya—yang coba dibikin buta oleh oknum-oknum ini—bisa melihat para pelakunya (dan dalangnya) benar-benar membusuk di penjara. Karena kalau urusan siram-menyiram ini tidak diselesaikan sampai ke akarnya, maka besok-besok mungkin bukan cuma air keras yang bicara, tapi demokrasi kita sendiri yang bakal dilarutkan dalam asam ketidakadilan sampai habis tak bersisa.

GETNEWS STRATEGIC AUDIT: Military Involvement in Activist Terror
Variabel KasusTemuan Danpuspom TNILensa Strategis (Mojok Style)
Pelaku Diduga4 Anggota TNI (Lintas Matra).The Joint Operation. Sinergi TNI yang sangat efisien… untuk membungkam warga sipil.
Metode EksekusiPenyiraman Air Keras (Asam Sulfat/H2SO4).Chemical Warfare. Ketika peluru dianggap terlalu mahal, cairan kimia jadi opsi ‘low-budget’ buat teror.
Mata RantaiMasih dalam pengembangan (Mencari Dalang).The Mastermind Mystery. Kita lihat apakah Danpuspom punya ‘data intelijen’ buat menangkap atasannya juga.
Analysis: GetNews Intelligence Unit | Source: Puspom TNI [Mar 2026]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *