MATARAM — Mantan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, angkat bicara melalui akun media sosialnya guna meluruskan kekeliruan terminologi yang berpotensi merusak citra event internasional di mata dunia. Dr. Zul meminta publik dan media memisahkan antara Kasus Pengadaan Lahan Samota dengan Penyelenggaraan MXGP, dua hal yang menurutnya berdiri di atas rel yang sepenuhnya berbeda.
1. Sterilisasi Brand: Menyelamatkan Masa Depan MXGP
Dr. Zul menggarisbawahi kekhawatirannya jika istilah “Korupsi Lahan MXGP” terus diproduksi, hal itu akan menciptakan kesan bahwa penyelenggara MXGP ikut terlibat atau “cawe-cawe”.
- Visi Strategis: Pemisahan narasi ini krusial agar peluang Sumbawa kembali menjadi tuan rumah balap motor dunia di masa depan tidak tertutup oleh sentimen negatif hukum.
- Fakta Lapangan: Kasus hukum yang saat ini diproses Kejaksaan adalah murni ranah pengadaan lahan oleh Pemkab Sumbawa, yang diperuntukkan bagi banyak hal—termasuk persiapan PON 2028 dan eksibisi UKM—bukan hanya untuk sirkuit.
2. Efek Domino: Infrastruktur Tanpa APBD
Dalam analisisnya, Dr. Zul mengingatkan “ingatan kolektif” masyarakat tentang mengapa MotoGP dan MXGP dihadirkan.
- Audit Terobosan: Event dunia adalah “umpan” untuk menarik APBN ke daerah. Tanpa MotoGP/MXGP, pembangunan RS Internasional, perluasan runway Bandara, Bypass Mandalika, hingga perbaikan jaringan PLN/Telkom di Sumbawa mustahil terealisasi hanya dengan mengandalkan APBD yang minim.
3. Audit Kerugian: Korupsi Penghambat Pembangunan
Dr. Zul menegaskan bahwa penyalahgunaan dana atau “main-main” dalam proses pendukung event (seperti pengadaan lahan) bukan hanya menyengsarakan penyelenggara, tetapi merupakan Pengkhianatan Pembangunan. Akibat kasus lahan ini, rencana besar infrastruktur di Sumbawa terancam tertunda atau bahkan dibatalkan.
Vonis Redaksi: Meluruskan Kiblat Informasi
Vonis Redaksi GetNews mendukung upaya pelurusan terminologi ini. Menggunakan istilah “Korupsi Lahan Samota” adalah langkah Audit Akurasi yang adil. Menghubungkan dosa birokrasi lokal langsung dengan brand MXGP adalah tindakan ceroboh yang bisa membunuh potensi ekonomi masa depan Pulau Sumbawa. Biarkan hukum mengejar para pemain lahan, namun jangan biarkan gairah event internasional di daerah kita ikut mati.
Verified Archive & Personal Opinion
Last Updated: Jan 30, 2026 | Source: Facebook Profile Dr. Zulkieflimansyah
“Saran saya agar menuliskan Kasus Pengadaan Lahan di Sumbawa sebagai Pengadaan Lahan Samota saja, bukan MXGP Samota.”
VIEW ORIGINAL POST ⟶



