MOSKOW — Presiden Vladimir Putin secara resmi menetapkan “Garis Merah” terkait inisiatif Board of Peace (BoP) yang digagas Donald Trump. Rusia menegaskan tidak akan bergabung dengan dewan mana pun kecuali hak-hak rakyat Palestina dijamin sepenuhnya sesuai resolusi PBB. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi klaim inklusivitas BoP yang dipamerkan di Davos, Sabtu (24/1/2026).
Veto Diplomatik dan Pendanaan Agresif
Putin menyatakan tidak ada ruang kompromi terkait kedaulatan Palestina dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah. Sebagai langkah nyata, Rusia menjanjikan bantuan senilai USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) untuk perdamaian di Gaza. Uniknya, pendanaan ini akan diambil langsung dari aset Rusia yang dibekukan oleh Amerika Serikat—sebuah manuver “pembalasan finansial” yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah diplomasi modern.
“Rusia tidak akan bergabung dengan ‘Dewan Perdamaian’ mana pun kecuali hak-hak rakyat Palestina dijamin sepenuhnya sesuai dengan resolusi PBB. Kami memiliki hubungan khusus dan bersejarah dengan rakyat Palestina yang tidak bisa ditukar dengan kesepakatan transaksional apa pun,” tegas Vladimir Putin dalam pidato resminya di Kremlin.
BACA JUGA ANALISIS TERKAIT:
BLUEPRINT ‘GAZA BARU’: Trump Pamer Properti Mewah di Puing-Puing KonflikPrimary Sources & Geopolitical Tracking:
- • Official Website of the President of Russia: Statement on Palestine and International Stabilization Initiatives
- • TASS Russian News Agency: Putin Sets Conditions for Russian Involvement in Gaza Peace Board
- • RT World News: The $1 Billion Commitment – Russia to Use Frozen Assets for Middle East Peace




