MANGGARAI BARAT — Pertemuan Ketiga Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR BNN) di The Golo Mori, Rabu (28/1/2026), menjadi tonggak sejarah baru. Ini bukan lagi soal komitmen politik, melainkan Audit Implementasi. Di bawah visi Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), NTB tidak hanya menjadi peserta, tetapi mengambil peran sebagai pemimpin strategis dalam studi kelayakan Super Grid Energi Terbarukan.
1. Audit Konektivitas: Ledakan Rute Penerbangan
Data yang diungkap Miq Iqbal bukan angka sembarangan. Kenaikan rute penerbangan dari 18 menjadi 27 rute adalah bukti nyata bahwa integrasi kawasan mulai memecah kebuntuan aksesibilitas. Ini adalah Audit Ekonomi terhadap konektivitas: semakin banyak pintu terbuka, semakin cepat arus modal dan manusia mengalir di segitiga emas Bali-Nusra.
2. Super Grid: NTB Menuju Kedaulatan Energi Bersih
Kesiapan NTB memimpin pengembangan Super Grid kawasan adalah langkah Audit Energi yang brilian. Dengan potensi surya, angin, dan panas bumi yang masif, NTB memposisikan diri sebagai “baterai” bagi Bali dan NTT. Super Grid ini akan menjadi jembatan transmisi listrik antar-pulau yang memastikan ketahanan energi nasional tanpa ketergantungan pada energi fosil.
3. Regionalisme Baru: Melawan Pembangunan Parsial
Sinergi antara Miq Iqbal (NTB), Melki Laka Lena (NTT), dan I Wayan Koster (Bali) adalah antitesis dari ego sektoral.
- Bali sebagai hub ekspor dan pariwisata global.
- NTB sebagai pemimpin energi dan pusat konektivitas udara.
- NTT sebagai pusat koordinasi administrasi melalui Sekber.
4. PON 2028: Simbol Kolaborasi Tanpa Batas
Penandatanganan kesiapan tuan rumah PON 2028 oleh NTB dan Bali di hadapan Presiden RI menegaskan bahwa kolaborasi ini menyentuh aspek sosial-budaya. Ini adalah strategi Audit Efisiensi: menyelenggarakan event akbar secara bersama untuk menekan biaya infrastruktur namun memaksimalkan multiplayer effect ekonomi di kedua provinsi.
Vonis Redaksi: Lokomotif Indonesia Timur
Vonis Redaksi GetNews menegaskan bahwa KR BNN adalah Regionalisme Baru yang paling menjanjikan di Indonesia saat ini. Dengan berakhirnya pola pembangunan parsial, Bali-Nusra kini berdiri sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang tidak lagi bergantung pada kebijakan pusat semata. Keberhasilan NTB memimpin rute udara dan energi adalah bukti bahwa di tangan pemimpin yang bervisi global, daerah mampu mendikte arah kemajuan nasional.
“Pulau kita mungkin dipisahkan oleh laut, namun visi kita disatukan oleh tekad; saat Bali, NTB, dan NTT melangkah bersama, tidak ada tantangan global yang terlalu besar untuk kita taklukkan.”
— GET NEWS !NSIGHT —




