DAVOS — Usai memukau audiens World Economic Forum dengan konsep Prabowonomics, Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah taktis yang mengejutkan: pertemuan privat dengan legenda hidup sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Pertemuan yang diungkap oleh Sekretaris Kabinet pada Minggu (25/1/2026) ini, menandai babak baru diplomasi olahraga Indonesia di level tertinggi.
Sinergi Ekonomi dan Industri Olahraga
Pertemuan ini bukan sekadar reuni penggemar. Dalam konteks Prabowonomics, industri olahraga dilihat sebagai instrumen pembangunan karakter dan kekuatan ekonomi baru. Zidane, yang dikenal dengan visi taktisnya yang dingin baik sebagai pemain maupun pelatih, menjadi lawan bicara yang strategis bagi Prabowo yang sedang mendorong transformasi sepak bola Indonesia menuju standar dunia.
Visi Besar di Balik Jabat Tangan
“Presiden ingin menyerap filosofi kepemimpinan dan manajemen talenta yang membawa Zidane ke puncak dunia,” ujar pihak Sekretariat Kabinet. Langkah ini mempertegas bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi tidak hanya dilakukan di atas meja perundingan ekonomi formal, tetapi juga merambah ke tokoh-tokoh ikonik yang memiliki pengaruh budaya global.
“Diplomasi sejati tidak hanya bicara tentang angka di atas kertas, tapi tentang bagaimana menyatukan visi besar dengan semangat para pemenang di lapangan kehidupan.”
— GET !NSIGHT AUDIT DIPLOMASI —




