AMBARA

SIMFONI GELAP PJU: Rp17,8 Miliar dan Jejak yang Hilang di Ujung Kabel

proyek PJU NTB Rp17,8 Miliar ke rekening DPRD (ilustrasi - GETNEWS.)

​”Gelap yang terang,” mungkin itulah gambaran paling puitis untuk mendefinisikan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Nusa Tenggara Barat tahun ini. Di saat rakyat mengharap pijar lampu untuk mengusir sunyi di jalanan desa, sebuah angka fantastis—Rp17,8 Miliar—justru memicu percikan api yang membakar ruang-ruang birokrasi. GET !NSIGHT melakukan Audit Eksistensi terhadap tudingan aliran dana yang kini disebut-sebut mampir ke rekening yang “salah”.

1. Amnesia Birokrasi: Prosedur yang Terlupakan?

​Dinas Perhubungan NTB berdiri di podium dengan wajah tanpa ekspresi, mengaku tak tahu-menahu soal tudingan aliran dana proyek PJU yang masuk ke rekening oknum di DPRD NTB. Sebuah Anomali Intelegensi yang menarik. Bagaimana mungkin sebuah gerbong anggaran sebesar belasan miliar bisa “tersesat” tanpa diketahui oleh masinisnya sendiri? Di dunia Ambara, ketidaktahuan bukan sekadar absennya informasi, melainkan sebuah Vonis Prosedural bahwa ada rantai komando yang sengaja diputus.

2. Labirin Anggaran dan Bayang-bayang ‘Uang Jasa’

​Tudingan ini bukan sekadar bisik-bisik warung kopi. Angka Rp17,8 Miliar adalah jumlah yang cukup untuk menerangi ribuan titik gelap di pelosok Bumi Gora. Namun, jika benar dana tersebut terfragmentasi ke rekening legislatif, maka PJU bukan lagi soal infrastruktur, melainkan Akrobat Transaksional. Kita sedang menyaksikan sebuah drama di mana cahaya untuk rakyat ditukar dengan “cuan” bagi segelintir elite di balik tirai gedung wakil rakyat.

AMBARA AUDIT: PROJECT TRACING PJU NTB

Elemen AuditTemuan LapanganStatus Status
Nominal ProyekRp17,8 Miliar (APBD)UNDER AUDIT
Respons Dishub“Tidak Mengetahui”ANOMALI
Indikasi AliranRekening Oknum DPRDCRITICAL

3. Audit Kredibilitas: Siapa Pemegang Saklar?

​Dalam setiap simfoni yang sumbang, pasti ada dirigen yang salah mengayunkan tongkat. Jika eksekutif (Dishub) mengaku buta dan legislatif membisu, maka siapakah sebenarnya yang memegang saklar proyek ini? Vonis Redaksi GetNews menegaskan bahwa pengakuan “tidak tahu” adalah bentuk Penyakit Kronis akuntabilitas. Publik tidak butuh permintaan maaf, publik butuh kejujuran dari mana kabel-kabel anggaran itu bermuara.

“Cahaya yang dibiayai dengan air mata rakyat dan ketidakjujuran birokrasi, pada akhirnya hanya akan menyinari keburukan yang coba disembunyikan di bawah tiang lampu jalan.”

— GET !NSIGHT AMBARA —

Data x Satire

AMBARA

Audit Manajemen Berita & Aspirasi: Tajam, Data, Sedikit Nakal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *