JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang dan menarik diri dari keanggotaan Indonesia di forum internasional Board of Peace (BoP). Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyebut keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut sebagai langkah aneh yang bertentangan dengan komitmen historis Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Aliansi Sepihak: Tanpa Suara Palestina
Kritik tajam MUI berakar pada komposisi forum yang digagas Donald Trump tersebut. Board of Peace melibatkan PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai anggota inti, namun sepenuhnya mengabaikan representasi Palestina.
- Vonis Moral: KH Cholil Nafis menegaskan lewat akun X pribadinya bahwa forum ini tidak mencerminkan keadilan dan justru merusak legitimasi moral Indonesia di mata dunia Islam.
- Kejanggalan Finansial: MUI juga menyoroti adanya iuran keanggotaan yang tetap dibebankan kepada Indonesia, meski forum tersebut dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemanusiaan di Timur Tengah.
Neokolonialisme Berwajah Damai
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, melabeli Board of Peace sebagai bentuk neokolonialisme yang dikemas dalam narasi perdamaian. MUI mengingatkan pemerintah bahwa keterlibatan tanpa “garis merah” yang tegas berisiko menjadikan Indonesia sebagai stempel moral bagi skema yang merugikan kedaulatan rakyat Palestina.
“Perdamaian sejati hanya dapat terwujud apabila hak, martabat, serta kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya, bukan melalui skema perampasan hak dasar,” — Pernyataan Resmi MUI.




