Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

SIASAT CABAI DI BALIK JERUJI: Cara Lapas Lombok Barat Melawan Anomali Cuaca

Siasat tajam Lapas Lombok Barat mengamankan lumbung cabai di tengah cuaca ekstrem. Audit mendalam pemanfaatan lahan tidur untuk kedaulatan pangan (GETNEWS)

LOMBOK BARAT — Anomali cuaca di Nusa Tenggara Barat yang tidak menentu belakangan ini memaksa otoritas penjara memutar otak. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, cuaca ekstrem bukan lagi alasan untuk membiarkan lahan menganggur. Sebaliknya, 0,8 hektare lahan tidur kini justru dipacu menjadi lumbung cabai melalui tangan dingin belasan warga binaan.

Ujian Program Kemandirian

Di bawah komando Kepala Lapas M. Fadli, program ini bukan sekadar rutinitas pembinaan. Ini adalah ujian bagi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di level tapak. Tantangannya nyata: bagaimana menjaga tanaman tetap tegak di saat wilayah lain justru melaporkan penurunan produktivitas akibat cuaca buruk?

Audit Kemandirian: Sektor Pertanian Lapas

Parameter AnalisisFakta di Lapangan
Transformasi Lahan0,8 Hektare (Eks Lahan Tidur Berenggang)
Komoditas StrategisCabai (Fokus Pengendalian Inflasi Daerah)
Intervensi TeknisManajemen Drainase & Presisi Pemupukan Obat
Vokasi Narapidana17 Warga Binaan (Skema Reskilling Ekonomi)

Manajemen Risiko Tanaman

I Putu Ganesa Cakrawanasis, pejabat teknis di Lapas tersebut, mengakui adanya penambahan ongkos “perhatian” pada tanaman. “Kami melakukan pengelolaan yang lebih cermat, mulai dari penggunaan obat-obatan hingga pengaturan sistem pengairan,” ujarnya. Artinya, ada manajemen risiko yang lebih ketat diterapkan agar cabai—salah satu pemicu inflasi utama di NTB—tidak berakhir dengan gagal panen.

​Pemanfaatan lahan di Lapas Lombok Barat ini mengirimkan pesan penting: ketahanan pangan seringkali bermula dari disiplin tinggi di tempat yang paling tidak terduga. Di balik tembok penjara, para warga binaan ini sedang mencoba membuktikan bahwa anomali cuaca bisa diredam dengan teknik pertanian yang presisi.

“Ketahanan sebuah bangsa seringkali diuji dari ketekunan di lahan paling tersembunyi, membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang bagi sebuah kedaulatan.”

— GET !NSIGHT DOGMA DIGITAL —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *