DAVOS — Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi global dalam World Economic Forum (WEF) 2026 setelah mendeskripsikan jalur Gaza sebagai “lokasi yang bagus” dan “sepotong properti yang indah”. Didampingi menantunya, Jared Kushner, Trump mempresentasikan cetak biru ambisius bertajuk “Gaza Baru”, sebuah visi yang akan mengubah wilayah konflik tersebut menjadi metropolitan pesisir mewah, Kamis (22/1/2026).
Metropolitan Pesisir dan Ambisi Komersial
Dalam presentasinya, Trump membayangkan Gaza masa depan yang dipenuhi hotel-hotel mewah di tepi pantai, pelabuhan internasional baru, dan bandara modern. “Gaza memiliki potensi yang luar biasa. Jika dikelola dengan benar, ini bisa menjadi ‘Riviera’ di Timur Tengah,” ujar Trump di depan para pemimpin ekonomi dunia. Visi ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik secara masif sebagai instrumen utama untuk menghentikan konflik jangka panjang melalui kemakmuran ekonomi sepihak.
Reaksi dan Skeptisisme Global
Meski disambut antusias oleh sejumlah investor, rencana ini mendapat kritik tajam dari para aktivis kemanusiaan dan diplomat senior. Statemen Trump yang menyebut Gaza sebagai “sepotong properti” dianggap meniadakan dimensi tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung. “Gaza bukan sekadar properti; itu adalah tanah air bagi jutaan manusia yang sedang berjuang untuk hidup. Mengubahnya menjadi resort mewah sebelum ada keadilan adalah sebuah penghinaan,” tegas seorang analis kebijakan Timur Tengah di sela-sela forum Davos.
Verified Source: World Economic Forum (WEF) Davos 2026 – Session: Middle East Stability & Prosperity dan Laporan Utama The New York Times.




