“Getnews+ Global Audit analyzes the joint declaration by Indonesia and 21 other nations, alongside the OIC and GCC, condemning Israel’s recognition of Somaliland’s sovereignty. Our audit identifies this move as a critical breach of international law and a direct threat to the territorial integrity of the Federal Republic of Somalia. Beyond regional security, this strategic coalition highlights profound concerns that such recognition serves as a dangerous precedent for future forced displacements and expansionist agendas.”
Analisis GET !NSIGHT: Kedaulatan Somalia dan “Preseden Berbahaya” Israel
GET INSIGHT — Diplomasi Indonesia kembali berada di garis depan dalam membela tatanan hukum internasional. Pernyataan tegas Kementerian Luar Negeri RI pada malam pergantian tahun (31/12/2025) bukan sekadar retorika, melainkan langkah defensif global terhadap tindakan ekspansionisme nyata oleh Israel.
Pengakuan sepihak Israel terhadap Somaliland—wilayah separatis Somalia—per 26 Desember 2025, dinilai sebagai langkah provokatif yang belum pernah dilakukan negara mana pun di dunia sejak 1991. Bagi Indonesia dan aliansi OKI-GCC, ini bukan hanya soal Somalia, tapi soal menjaga marwah Piagam PBB.
Baca juga: Indonesia Bersama 21 Negara Kutuk Pengakuan Israel atas Somaliland
1. Ancaman terhadap Integritas Teritorial
Langkah Israel mendukung separatisme dianggap sebagai upaya merongrong persatuan sebuah negara berdaulat. Indonesia melihat pengakuan ini sebagai “Preseden Berbahaya”. Jika pengakuan terhadap wilayah separatis diperbolehkan secara sepihak, maka stabilitas kedaulatan banyak negara di dunia akan terancam oleh agenda politik luar negeri yang oportunis.
2. Hubungan dengan Isu Palestina
Poin paling krusial dalam audit Kemlu RI adalah kekhawatiran bahwa langkah Israel di Afrika Timur ini merupakan strategi jangka panjang untuk memfasilitasi pengusiran paksa warga Palestina dari tanah air mereka. Indonesia secara jeli mengaitkan manuver di Somaliland dengan potensi skenario relokasi paksa di Timur Tengah.
Getnews+ Signature Data: Geopolitical Impact Audit
Refleksi GET !NSIGHT:
Indonesia konsisten pada prinsip bahwa kemerdekaan dan kedaulatan sebuah negara adalah mutlak. Mendukung wilayah separatis demi keuntungan politik jangka pendek adalah bentuk pengabaian terhadap perdamaian dunia. Dengan menggandeng OKI dan GCC, Jakarta mengirimkan pesan keras: Dunia tidak akan membiarkan hukum rimba menggantikan hukum internasional.




