GORONTALO, getnews.co.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo bergerak cepat menindaklanjuti keluhan serius dari siswa SMA Negeri 1 Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Atas perintah langsung Gubernur Gusnar Ismail, tim investigasi diterjunkan untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli), manipulasi nama penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), serta ketimpangan layanan bus sekolah.
Kepala Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi jika terbukti ada oknum sekolah yang bermain dengan hak siswa. “Tim yang terdiri dari Kepala Bidang SMA dan pengawas akan mencari tahu duduk persoalan di lapangan. Kami harus pastikan kebenaran informasi ini,” tegas Rusli, Kamis (8/1/2026).
Dashboard Investigasi: 3 Keluhan Utama SMAN 1 Biluhu
Tim Dikbud Gorontalo fokus pada verifikasi administrasi dan layanan teknis yang dianggap merugikan siswa di wilayah pelosok.
| Objek Investigasi | Substansi Masalah |
|---|---|
| Manipulasi Penerima PIP | Dugaan penggantian nama penerima SK Pusat secara sepihak oleh sekolah. |
| Dugaan Pungli Beasiswa | Oknum guru diduga meminta uang dengan dalih “biaya pengurusan” PIP. |
| Ketimpangan Bus Sekolah | Layanan berhenti di Desa Lobuto; 3 desa lain (Biluhu Barat, Huwongo, Olimeyala) terisolasi. |
Polemik Pergantian Nama Penerima PIP
Poin paling krusial dalam penyelidikan ini adalah dugaan pergantian nama penerima beasiswa PIP hanya karena siswa bersangkutan tidak hadir saat pengurusan. Rusli Nusi mengingatkan bahwa SK penerima PIP diterbitkan langsung oleh Pemerintah Pusat dan bersifat by name by address. “Sekolah tidak memiliki kewenangan mengganti penerima secara sepihak. Ini yang akan kami kaji secara mendalam,” tambahnya.
Evaluasi Jalur Bus Sekolah dan Dugaan Pungli
Selain masalah beasiswa, Dikbud akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait rute bus sekolah yang dinilai tidak merata. Saat ini, siswa dari Desa Biluhu Barat, Huwongo, dan Olimeyala mengeluhkan tidak adanya jangkauan transportasi yang memadai. Sementara itu, terkait dugaan pungli oleh oknum guru, tim akan meminta klarifikasi langsung kepada pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mencari bukti autentik.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan di Gorontalo, sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran tanpa potongan sepeser pun.
infopublik.id




