MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, memaparkan peta jalan strategis pembangunan daerah dalam audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026). Di hadapan para perwira tinggi, Gubernur menekankan bahwa ketahanan pangan dan industrialisasi pertanian merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan di Bumi Gora.
Saat ini, angka kemiskinan NTB berada di level 12 persen, dengan 114 ribu jiwa masuk kategori miskin ekstrem yang tersebar di 106 desa. Mengingat 60 persen penduduk NTB bergantung pada sektor agraris, Gubernur Iqbal meluncurkan program “Desa Berdaya” sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dari akar rumput.
Optimalisasi Lahan dan Paradigma Baru Produksi Jagung
NTB saat ini menduduki posisi sebagai salah satu produsen jagung terbesar nasional dan masuk dalam 10 besar penghasil beras. Untuk menjaga momentum ini, Pemprov NTB melakukan langkah teknis masif melalui Optimalisasi Lahan (Oplah).
”Sekitar 14 ribu hektare lahan kini telah mendapatkan pengairan optimal melalui revitalisasi sistem irigasi. Hal ini memungkinkan petani kita meningkatkan frekuensi panen hingga tiga sampai empat kali dalam setahun,” jelas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut.
Namun, Miq Iqbal juga memberikan catatan kritis terkait pelestarian lingkungan. Ia menawarkan solusi Sistem Tumpang Sari untuk lahan jagung guna mencegah kerusakan hutan. Lahan-lahan baru diarahkan untuk ditanami pohon penopang seperti tanaman buah guna menjaga struktur tanah tanpa menghentikan produktivitas ekonomi petani.
Hilirisasi Pertanian: Investasi Kementan Rp1,3 Triliun
Menyadari bahwa NTB tidak boleh sekadar menjadi eksportir bahan mentah, Gubernur Iqbal mendorong industrialisasi jagung secara berkesinambungan. Upaya ini diperkuat dengan sinergi bersama Kementerian Pertanian RI melalui investasi jumbo senilai Rp1,3 triliun.
”Kami sudah menandatangani MoU dengan Kementan untuk pengembangan industri jagung, mencakup penyediaan pangan hingga sektor pakan ternak. Hasil produksi harus dirasakan langsung efek nilai tambahnya oleh masyarakat NTB, bukan hanya dikirim keluar,” tegasnya.
Wisata Kelas Dunia dan Sinergi Keamanan
Di sektor pariwisata, Miq Iqbal menargetkan NTB menjadi destinasi kelas dunia dengan memperbaiki tata kelola di tujuh destinasi internasional yang sudah ada, serta menambah tiga destinasi unggulan baru tahun ini.
Ketua Tim PKDN Sespimti Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Djaka Santoso, mengapresiasi langkah taktis Pemprov NTB. Menurutnya, strategi pangan NTB sangat selaras dengan kebijakan nasional “Ketahanan Pangan Mendukung Indonesia Emas”. Kegiatan PKDN yang diikuti oleh 57 peserta didik ini diharapkan memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial melalui kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Megaproyek Rp1,2 Triliun: NTB Menuju Mandiri Protein



