Nusa Tenggara Barat

Gubernur Iqbal Subsidi Bunga KUR, Danai Desa Berdaya Rp 300 Juta untuk Bebas Kemiskinan Ekstrem

SEMBALUN, getnews – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Sembalun dimeriahkan dengan Festival Cilok, yang menjadi panggung bagi Gubernur Lalu Muhammad Iqbal untuk menegaskan arah pembangunan “prorakyat”.

​Gubernur Iqbal menyoroti kondisi NTB yang, di usia ke-67 tahun, masih termasuk dalam 12 provinsi termiskin di Indonesia. Dirinya menegaskan visi besar Pemprov NTB untuk keluar dari kategori ini melalui dua kebijakan ekonomi prioritas.

Strategi Finansial: Subsidi Bunga KUR dan Dana Desa Rp 500 Juta

​Pemerintah Provinsi NTB kini fokus pada strategi langsung menyentuh usaha mikro dan masyarakat miskin ekstrem:

1. Subsidi Bunga KUR: Setelah Bank NTB Syariah diizinkan kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Gubernur memastikan Bank NTB akan fokus membantu UMKM dan usaha mikro. ​

“Bunganya disubsidi oleh pemerintah provinsi,” jelas Miq Iqbal, mendorong komunitas cilokers dan pelaku usaha kecil memanfaatkan akses permodalan ini.

2. Program Desa Berdaya: Program ini menargetkan penyaluran Rp 300 hingga 500 juta untuk setiap desa, khususnya bagi 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

​Program ini menjadi strategi utama untuk mencapai target ambisius NTB: bebas dari kemiskinan ekstrem pada tahun 2029.

Komitmen Prorakyat: Stop Birokrasi Urus Diri Sendiri

​Gubernur Iqbal menekankan bahwa seluruh kebijakan pemerintah provinsi harus berpihak kepada rakyat. Dirinya menolak model birokrasi yang sibuk mengurus dirinya sendiri.

“Semua kebijakan harus dimulai dari kebutuhan rakyat (prorakyat). Kita ingin pejabat-pejabat NTB menghabiskan waktunya memikirkan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

​Sebagai bukti nyata, Gubernur memaparkan perbaikan infrastruktur jalan Pohgading-Dasan Geres di Lombok Timur yang telah rusak selama 11 tahun. Perbaikan jalan ini kini telah teratasi dan berhasil meredam tingginya kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat debu.

​Melalui Cilok Fest di kaki Gunung Rinjani, Gubernur Iqbal meminta dukungan partisipatif masyarakat untuk mengawal perubahan yang sedang dijalankan, memastikan niat baik pemerintah berjalan lancar tanpa gangguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *