“Audit Strategis Getnews+ mengidentifikasi kunjungan Gubernur NTB pasca-banjir 13 Januari sebagai langkah ‘Field-Level Coordination’ yang krusial. Penanganan dampak terhadap 1.347 KK di dua kabupaten menuntut sinkronisasi data ‘By Name By Address’ antara BPBD Provinsi dan Kabupaten. Audit menekankan bahwa penyelesaian banjir di Desa Pengantap dan Desa Kabul memerlukan intervensi infrastruktur lintas sektoral (PUPR-LHK) untuk mengatasi sedimentasi dan penyempitan aliran sungai. Kehadiran Gubernur menjadi jaminan bahwa pemulihan layanan dasar tidak akan terhambat oleh birokrasi anggaran darurat.”
LOMBOK, getnews.co.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan aksi cepat tanggap dengan meninjau langsung lokasi terdampak banjir di dua kabupaten, Rabu (14/1/2026). Didampingi Kalaksa BPBD Provinsi NTB, Gubernur menyisir wilayah terdampak di Desa Persiapan Pengantap, Sekotong (Lombok Barat) dan Desa Kabul, Praya Barat (Lombok Tengah) guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.
Berdasarkan data terbaru, banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi pada 13 Januari kemarin telah berdampak pada 1.047 KK di Lombok Barat dan 300 KK di Lombok Tengah.
Dashboard Penanganan: Data Dampak & Intervensi Logistik
Pemerintah Provinsi NTB memastikan kebutuhan dasar ribuan warga terdampak terpenuhi melalui skema bantuan darurat yang akuntabel.
| Parameter Wilayah | Jumlah KK Terdampak | Status Logistik |
|---|---|---|
| Lombok Barat (Sekotong) | 1.047 KK | Tersalurkan (Sembako, Tikar, Air) |
| Lombok Tengah (Praya Barat) | 300 KK | Tersalurkan (Logistik Darurat) |
| Total Populasi Terdampak | 1.347 KK | Layanan Kesehatan Aktif |
Dialog Langsung & Cari Akar Masalah
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal tidak hanya menyerahkan paket bantuan berupa sembako dan kebutuhan sandang, tetapi juga berdialog intensif dengan Bupati Lombok Barat, Kades, serta tokoh masyarakat. Fokus utama dialog adalah memetakan titik-titik penyumbatan aliran sungai dan mengevaluasi sistem drainase di wilayah selatan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Namun lebih dari itu, kita sedang mengidentifikasi akar masalah agar banjir musiman ini bisa kita minimalisir melalui pembenahan infrastruktur bersama Kabupaten,” ungkap Lalu Muhamad Iqbal.
Sinergi Lintas Sektoral
Kunjungan ini juga diperkuat oleh kehadiran Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Baznas. Sinergi ini menjamin bahwa penanganan pascabencana mencakup aspek kesehatan untuk mencegah wabah penyakit, perbaikan akses jalan yang rusak, hingga pemulihan ekonomi masyarakat melalui dukungan logistik yang berkelanjutan.




