NEWS

Gus Ipul Bongkar Anomali PBI JKN: 15 Juta Orang Mampu Nikmati Subsidi Rakyat Miskin

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan arahan dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah, di Gedung Kemendagri, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: InfoPublik/Bismo Agung Sukarno)

JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkap fakta memprihatinkan dalam ekosistem jaminan kesehatan nasional. Dalam rapat konsultasi bersama DPR RI di Senayan, Senin, 9 Februari 2026, Gus Ipul membeberkan adanya ketimpangan tajam dalam daftar Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

​Berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025, ditemukan lebih dari 15 juta penduduk kategori mampu (desil 6-10) yang justru masih terdaftar sebagai penerima bantuan iuran gratis dari negara. Ironisnya, di saat yang sama, lebih dari 54 juta warga sangat miskin (desil 1-5) justru belum terakomodasi dalam sistem.

​”Kementerian Sosial secara bertahap melakukan realokasi kepesertaan PBI JKN agar proporsinya mendekati angka kemiskinan di daerah. Tujuannya jelas: menurunkan kesalahan sasaran,” tegas Gus Ipul melalui keterangan resminya.

​Meluruskan Mandat Presiden Prabowo

​Langkah “pembersihan” data ini, menurut Gus Ipul, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Mandat strategis yang diberikan kepada Kemensos mencakup pemutakhiran data sosial ekonomi nasional yang lebih presisi agar subsidi negara benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, bukan oleh kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi.

​Dalam struktur baru ini, Kemensos bertindak sebagai penyaring utama melalui verifikasi dan validasi ketat, sebelum data diteruskan ke Kementerian Kesehatan dan didaftarkan ke BPJS Kesehatan.

​Audit Strategis: Perbaikan Ekosistem Jaminan Kesehatan 2026

​Pemerintah menargetkan eliminasi inclusion error (salah sasaran pada warga mampu) untuk membuka ruang fiskal bagi warga rentan yang selama ini terabaikan.

Audit Strategis: Realokasi Kepesertaan PBI JKN

Status DataVolume PopulasiVonis Strategis
Kelompok Mampu (Desil 6-10)15 Juta+ Jiwa (Masih menerima subsidi).INCLUSION ERROR
Kelompok Rentan (Desil 1-5)54 Juta+ Jiwa (Belum terakomodasi).EXCLUSION ERROR
Basis Data UtamaDTSEN 2025 (Dikelola BPS & Kemensos).DATA SOVEREIGNTY

Mensos menegaskan bahwa perbaikan data adalah kunci utama untuk menyelesaikan persoalan subsidi kesehatan yang tidak tepat sasaran. Melalui kolaborasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah, DTSEN akan terus dimutakhirkan secara berkala. Hal ini dilakukan demi menjamin keabsahan berita dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana yang dicita-citakan dalam konstitusi.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *