AMBARA Nusa Tenggara Barat

Haji Najamudin dan Teka-Teki Raja Siluman: Kalau Dijebak, Kok Duitnya Diterima?

ILUSTRASI DANA SILUMAN (Istimewa/getnews)

(Executive Summary: Haji Najamudin throws a satirical yet data-driven punch at the ongoing DPRD NTB corruption scandal. From “phantom kings” to the suspicious return of Rp2 billion, this column dissects the political theater of West Nusa Tenggara with a sharp, witty edge.)

AMBARA — Dunia persilatan politik NTB mendadak geger. Bukan karena munculnya pahlawan baru, tapi karena istilah “Raja Siluman” yang dilempar Haji Najamudin ke tengah gelanggang. Urusannya apalagi kalau bukan soal Dana Pokir dan BTT yang baunya sudah sampai ke Gedung Bundar.

​Haji Najamudin, dengan gaya khasnya yang nggak pakai rem, menyebut ada rekaman suara yang lebih merdu (dan ngeri) dibanding lagu nina bobo. Isinya? Dugaan “bisik-bisik tetangga” antara legislatif dan eksekutif soal bagi-bagi kue anggaran.

REKAPITULASI “KOMEDI” POKIR NTB

🎭 DOSSIER: RAJA SILUMAN VS DEWAN


1. Alibi “Dijebak”:

“Anak kecil aja kalau dikasih uang pasti nanya itu uang apa. Masa anggota Dewan bisa lupa nanya?” — Haji Najamudin.

2. Drama Rp2 Miliar:

Duit sudah dikembalikan, tapi hukum bukan tempat tukar tambah. Balikin uang nggak berarti dosanya hilang otomatis.

3. Barang Bukti “Ghaib”:

Ada rekaman percakapan ‘anak buah’ Gubernur yang konon jadi bukti kunci. Kita tunggu, apakah ini bakal jadi hits di Kejati atau sekadar kaset kusut.

4. Peran Eksekutif:

DPRD cuma bahas angka, eksekutif yang pegang kunci brankas. Kalau ada bagi-bagi, ya pasti ada yang buka pintu brankasnya, kan?

Lucunya, saat ini Kejati NTB sedang mode “sangat santun” karena menghormati praperadilan tersangka. Memang benar, hukum itu soal etika. Tapi ya kalau praperadilan kelar, publik berharap aparat nggak cuma santun, tapi juga sat-set.

​Bagi kita rakyat jelata, Dana Pokir dan BTT ini ibarat nasi bungkus yang lauknya dicomot pelan-pelan sama “Raja Siluman”. Kalau Haji Najamudin benar soal rekaman itu, mungkin sebentar lagi panggung siluman ini bakal kena sorot lampu benderang.

“Diolah dari berita NTBZONE.COM. Karena berbagi informasi itu ibadah, tapi kalau berbagi dana Pokir secara sembunyi-sembunyi itu beda lagi urusannya. Tabik!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *