JAKARTA, GETNEWS. – Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pariwisata melalui peluncuran serta hibah Robot Gamelan (E-Gamelan) karya Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (21/12). Inovasi berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini diproyeksikan menjadi unique selling point baru bagi pariwisata Indonesia yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Wamen Ekraf, Irene Umar, menegaskan bahwa E-Gamelan bukan sekadar alat musik otomatis, melainkan jembatan kreativitas yang memperkuat identitas bangsa di kancah global.
Spesifikasi & Kolaborasi Strategis E-Gamelan
Proyek ini merupakan hasil kerja sama hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan pengelola destinasi wisata strategis.
| Komponen Inovasi | Detail & Manfaat |
|---|---|
| Teknologi Utama | Kecerdasan Buatan (AI) untuk memainkan instrumen secara otomatis & presisi. |
| Pengembang | Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. |
| Fungsi Strategis | Media edukasi interaktif, sarana pertunjukan rutin, dan etalase kreativitas nasional. |
| Penerima Hibah | Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai ruang publik edukatif. |
Budaya Sebagai Mesin Ekonomi Baru
Wamen Ekraf Irene Umar menyampaikan bahwa penggabungan teknologi dengan tradisi adalah fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. “Gamelan bukan hanya warisan, tetapi identitas Indonesia yang memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjangkau audiens global,” ujarnya. Sinergi ini diharapkan menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bagi pembangunan nasional.
Transformasi Edukasi di TMII
Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyambut baik kehadiran robot ini sebagai bagian dari transformasi TMII menjadi ruang rekreasi yang adaptif. Inovasi ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda dan wisatawan mancanegara untuk mempelajari gamelan dengan pendekatan yang lebih modern dan menarik.
Kemen Ekraf




