GET PLANET Lombok Utara

Harmoni Alam di Muara Mual: Ritual Adat Empas Menanga Desa Akar-Akar

​GET PLANET — Warga Desa Akar-Akar kembali menegaskan jati diri budayanya melalui penyelenggaraan ritual adat Empas Menanga di Menanga Mual (Muara Mual), Rabu (24/12). Prosesi sakral yang menjadi wujud syukur atas melimpahnya sumber daya air ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, dan Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT.

​Kehadiran pimpinan daerah beserta jajaran Forkopimda ini menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian tradisi kini menjadi pilar strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Filosofi dan Dampak Strategis Ritual Empas Menanga

​Bagi masyarakat Desa Akar-Akar, ritual ini adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan kearifan lokal dengan keberlanjutan sektor pertanian.

Aspek RitualMakna dan Target Daerah
Makna SpiritualWujud syukur dan permohonan restu alam agar sumber air di Muara Mual tetap terjaga.
Fungsi SosialMemperkuat ikatan kekeluargaan dan gotong royong antarpetani dan pemangku adat.
Visi PariwisataMendorong Empas Menanga menjadi destinasi wisata budaya unggulan di tingkat nasional.
Dukungan PemkabIntegrasi agenda adat ke dalam kalender event pariwisata daerah (Kadispar KLU).

Air Sebagai Urat Nadi Kehidupan

​Bupati Najmul Akhyar dalam kesempatan tersebut mengapresiasi keteguhan masyarakat Desa Akar-Akar yang tetap konsisten menjaga warisan leluhur. Menurutnya, Empas Menanga adalah pengingat bahwa air bukan sekadar komoditas, melainkan titipan alam yang harus dikelola dengan rasa syukur. Penertiban dan pemanfaatan sumber air yang berbasis kearifan lokal diyakini mampu mencegah konflik agraria dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Budaya Sebagai Identitas Pariwisata KLU

​Didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah, Bupati menegaskan bahwa pariwisata Lombok Utara tidak hanya soal keindahan Gili, tetapi juga kedalaman makna tradisinya. Dukungan penuh pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan fasilitas penunjang di area Menanga Mual tanpa merusak sakralitas lokasi, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman budaya yang autentik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *