Kemenangan Mengukuhkan Posisi Bonjeruk sebagai Destinasi Unggulan Berbasis Tradisi dan Budaya, Siap Melaju ke Kompetisi Tingkat Asia 2026.
Setelah Desa Wisata Hijau Bilebante sukses meraih Juara Umum, Lombok Tengah kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Desa Wisata Bonjeruk berhasil meraih Juara 1 Kategori Wisata pada ajang bergengsi Indonesia Marketing Association (IMA) UMKM & Tourism Award 2025. Kemenangan ini dicapai setelah Bonjeruk berhasil menyisihkan lebih dari 700 peserta dan menjadi pemenang pada Grand Final di Surabaya (5–7 Desember 2025).
Prestasi ini menegaskan posisi Bonjeruk sebagai destinasi unggulan berbasis tradisi, budaya, dan pengembangan wellness tourism (wisata kesehatan dan kebugaran), membuktikan bahwa pariwisata yang berkelanjutan adalah masa depan NTB.
Inovasi Unggulan Wellness Tourism
Bonjeruk tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga inovasi yang lahir dari kolaborasi erat antara Pilar Indonesia, pemuda lokal, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Dinas Pariwisata Lombok Tengah.
- Fokus Kolaborasi: Berbagai inovasi telah lahir sejak 2018, menargetkan pasar yang mencari pengalaman wisata yang lebih dalam dan bermakna.
- Produk Unggulan: Inovasi tersebut mencakup:
- Restoran Eco-Green Pawon 21.
- Paket wisata tematik Green Tourism.
- Pembangunan kemitraan internasional.
Target Berikutnya: Kompetisi Asia 2026
Kemenangan di IMA UMKM & Tourism Award 2025 ini bukan akhir, melainkan langkah penting menuju target yang lebih besar: mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat Asia di Bali pada April 2026.
Dukungan Multisektor: Persiapan Bonjeruk diperkuat oleh dukungan masif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata Lombok Tengah (Dispar), Kominfo, Bank Indonesia, dan stakeholder lainnya.
Mandat Regional: Keberhasilan Bonjeruk dan Bilebante memberikan gambaran bahwa model pariwisata berbasis komunitas, budaya, dan lingkungan adalah solusi nyata untuk mencapai target NTB Makmur Mendunia.
Menjadi Ikon Kebanggaan Lombok Tengah
Bonjeruk telah membuktikan bahwa pariwisata yang menghargai tradisi (Tindih dan Maliq dari bekal menjaga gumi Sasak) dapat menghasilkan prestasi dan nilai ekonomi nasional.
Komitmen terhadap wellness tourism menempatkan Bonjeruk sebagai ikon baru kebanggaan Lombok Tengah dan teladan bagi desa wisata lain di NTB untuk segera melakukan inovasi berbasis kelestarian.
Emha Firmansyah




