EKRAF

Incar Eksposur Global: Wamen Ekraf Dorong Animasi ‘Pelangi di Mars’

Dok Kemen EKRAF

JAKARTA, getnews – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar meninjau DossGuavaXR Studio untuk melihat langsung proses kreatif film animasi ‘Pelangi di Mars’. Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ekraf menekankan bahwa tantangan terbesar sineas kini adalah penguatan dan komersialisasi Intellectual Property (IP) melalui strategi pemasaran yang inovatif.

“Melalui lisensi, kolaborasi, dan penjajakan potensi, para pembuat animasi harus bergeser ke arah prioritas eksposur IP tadi setelah melewati tantangan investasi di awal,” ungkap Wamen Ekraf Irene di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Teknologi StageCraft XR dan Potensi Mars Experience

​Film ‘Pelangi di Mars’ memanfaatkan teknologi produksi virtual canggih yang disebut Extended Reality (XR), termasuk penggunaan dinding LED (dikenal sebagai StageCraft) untuk menciptakan set dan karakter 3D yang realistis.

​Wamen Ekraf Irene langsung menawarkan beragam potensi aktivasi komersial. Ia menyarankan pengembangan merchandise dan collectible item, serta menjajaki lokasi untuk acara “Mars Experience”.

​“Ada beberapa lokasi potensial untuk aktivasi Mars Experience seperti di Taman Mini, Lippo Mall Nusantara, bandara, dan stasiun kereta api,” kata Wamen Ekraf, menekankan kolaborasi untuk memunculkan ide pemasaran.

Motivasi Sutradara: Dari ‘Jumbo’ ke ‘Pelangi di Mars’

​Sutradara Upie Guava menjelaskan bahwa film yang bercerita tentang manusia pertama lahir di Mars (Pelangi) dengan misi menemukan Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi ini, menargetkan pasar kids and family.

​Saat ini, progres teknikal film berada di sekitar 10% tahap akhir, meliputi finishing sound design, grading, dan VFX.

“Ketika Jumbo sudah diterima masyarakat, confidence level kami makin tinggi. Begitu juga saat bertemu dengan Wamen Ekraf hari ini dengan ditawarkan beragam opportunity yang membuat kami merasa on the right track,” tambah Upie Guava, yang pernah membuat film dokumenter berjudul Kemarin.

​Wamen Ekraf Irene mengapresiasi DossGuavaXR yang berani mengadopsi teknologi baru dan mendorong para pembuat film untuk terus menjadi tonggak peradaban di Indonesia, salah satunya melalui karya yang akan menjadi bagian dari universe ‘Pelangi di Mars’ mulai tahun 2026.

Kemen EKRAF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *