LOMBOK UTARA, getnews – Salah satu ikon wisata paling terkenal di Nusa Tenggara Barat, Gili Trawangan, hari ini (15/12) menjadi pusat perhatian. Dalam rangka merayakan HUT ke-67 Provinsi NTB dan Hari Nusantara ke-68, Pemerintah Provinsi bersama masyarakat dan pelaku wisata serentak menggelar Aksi Bersih Pantai dan Laut.
Kegiatan yang dikoordinir oleh Sekretariat Daerah Provinsi NTB ini dimulai tepat pukul 08.00 Wita, mengambil titik kumpul di Pelabuhan Bangsal, Pemenang.
Pentingnya Menjaga “Jantung” Pariwisata
Asisten III Setda Provinsi NTB, Eva Dewiyani, yang mewakili Gubernur NTB, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa aksi ini adalah momentum krusial untuk menangani masalah sampah laut yang sudah menjadi isu nasional.
“Gili Trawangan merupakan kawasan strategis nasional sekaligus ikon pariwisata NTB. Kelestariannya harus kita jaga bersama agar tetap menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan,” ujar Eva Dewiyani.
Beliau juga mengajak seluruh pihak, terutama generasi muda, untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini dan mendorong pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Ekosistem Sehat
Dari Pemerintah Pusat, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ahmad Aris, menegaskan bahwa aksi bersih ini adalah langkah strategis untuk menghentikan aliran sampah menuju lautan.
Menurutnya, menjaga kesehatan dan kelestarian ekosistem laut tidak bisa dilakukan sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas, hingga masyarakat pesisir.
“Aksi bersih pantai dan laut ini merupakan langkah strategis untuk menghentikan aliran sampah ke laut. Upaya ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menjaga kesehatan dan kelestarian ekosistem laut,” tegas Ahmad Aris.
Dorong Gerakan Wisata Bersih Tiga Gili
Mewakili Lombok Utara, Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Gatot Sugihartono, juga menyampaikan komitmen daerah untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir.
”Sinergi antara sektor kelautan dan perikanan dengan masyarakat menjadi pondasi utama keberlanjutan ekosistem laut di Lombok Utara,” kata Gatot.
Selain aksi bersih hari ini, Pemprov NTB bersama stakeholder juga terus mendorong Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno). Gerakan ini merupakan bagian dari program besar NTB Bersih yang bertujuan menjaga citra destinasi unggulan agar tetap bersih, nyaman, dan lestari.
Aksi ini diharapkan tidak hanya berhenti hari ini, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata yang bersih dan berwawasan lingkungan.




