PADANG, getnews – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengumumkan kabar baik: seluruh wilayah terdampak banjir dan longsor di provinsi tersebut kini sudah dapat diakses. Keterbukaan akses ini memungkinkan percepatan pengiriman logistik masif ke daerah terdampak.
“Alhamdulillah, saat ini seluruh wilayah sudah dapat diakses. Tidak ada lagi daerah yang terisolasi,” ujar Mahyeldi di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana, Jumat (5/12/2025).
300 Ton Beras Tersalurkan, Maninjau Sudah Terbuka
Gubernur menjelaskan bahwa jalur darat menuju Maninjau, Agam, dan Lembah Anai kini sudah bisa dilewati, meskipun sebagian masih terbatas untuk kendaraan roda dua.
Berkat terhubungnya akses, logistik pun mengalir deras:
- Bantuan Pangan: Sebanyak 300 ton beras telah dikirim dan didistribusikan melalui dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial, TNI, dan Polri di berbagai daerah.
- Dukungan Lintas Daerah: Bantuan terus mengalir dari provinsi tetangga (Riau, Jambi), lembaga kemanusiaan, dan perusahaan nasional.
Fokus Perbaikan Layanan Dasar Hingga 8 Desember
Meskipun akses terbuka, tantangan pemulihan infrastruktur masih besar. Mahyeldi menyebutkan kerusakan parah pada 121 jembatan dan puluhan kilometer jalan terputus.
- Listrik dan Air: Layanan dasar seperti listrik (Agam, Maninjau, Bayang) dan air bersih mulai berangsur normal. Petugas PLN terus bekerja siang malam untuk menormalkan pasokan, sementara Dinas Kesehatan memastikan air minum aman dari pencemaran.
- Masa Darurat: Masa tanggap darurat akan berlangsung hingga 8 Desember 2025, dengan fokus utama pada pemulihan akses, distribusi bantuan, dan pelayanan dasar.
Tegaskan Sinergi: Bukan Waktunya Saling Menyalahkan
Mahyeldi menekankan bahwa penanganan pascabencana ini adalah upaya kolosal yang melibatkan Pemprov, BNPB, Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, dan anggota DPR RI.
“Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan. Saatnya kita bersatu membantu masyarakat. Sinergi ini harus dijaga agar proses pemulihan dan rehabilitasi berjalan cepat,” tegasnya, mengajak seluruh masyarakat yang tidak terdampak untuk ikut bergotong royong.
infopublik.id



