GET PLANET

Kabar Duka Konservasi: Laila, Anak Gajah di Riau Mati Karena Virus EEHV

Laila Anak Gajah Meninggal karena Virus EEHV (ist)

PEKANBARU, GET PLANET – Teka-teki penyebab kematian Laila, anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Bogor, gajah betina berusia 1,5 tahun tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

​Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa virus herpes ini menyerang organ hati (hepar) Laila dengan sangat cepat, yang menyebabkan kondisi kritis hingga kematian pada akhir November lalu.

Mengenal Virus EEHV: Ancaman Serius Gajah Asia

​EEHV merupakan ancaman global bagi kelestarian gajah, terutama pada usia muda. Berikut adalah karakteristik utama penyakit ini:

KarakteristikDetail Informasi
Sasaran UtamaAnak gajah (khususnya usia di bawah 10 tahun).
Tingkat KematianSangat tinggi (Fatalitas tinggi jika tidak ditangani instan).
Sifat PenularanHanya menular antar sesama gajah (Non-zoonosis).
Gejala KlinisLesu, penurunan aktivitas, pendarahan internal, hingga kematian mendadak.

Kronologi Kejadian di PKG Sebanga

​Laila lahir pada 6 April 2024 dan merupakan harapan baru bagi populasi Gajah Sumatera yang terancam punah. Namun, perjalanannya terhenti akibat infeksi virus yang berkembang sangat singkat:

  • 20 November 2025: Laila mulai terlihat kurang aktif, namun tetap mau makan dan minum. Tim medis langsung memberikan cairan infus dan pemantauan per 2 jam.
  • 21 November 2025 (Pukul 22.00 WIB): Masih terlihat aktif dan menyusu pada induknya (Puja).
  • 22 November 2025 (Dini hari): Laila terdengar menjerit dan jatuh dalam kondisi kritis.
  • 22 November 2025 (Pukul 05.30 WIB): Laila dinyatakan mati dalam kondisi terbaring.

Langkah Tindak Lanjut BBKSDA

​Kematian Laila menjadi pukulan berat bagi dunia konservasi di Riau. Supartono menegaskan bahwa hasil laboratorium ini akan dijadikan dasar untuk evaluasi menyeluruh terhadap protokol kesehatan satwa. Pengawasan ketat kini difokuskan pada anak gajah lain di kawasan konservasi guna mencegah penyebaran virus EEHV lebih lanjut.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *