Nasional NEWS

Kejar Target 82 Juta Jiwa, MBG Tetap Jalan Selama Ramadan

JAKARTA – ​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program ambisius Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan surut selama bulan Ramadan. Dengan strategi distribusi yang fleksibel, pemerintah berupaya menjaga momentum perbaikan gizi nasional tanpa mengabaikan kearifan lokal dan ibadah masyarakat.

​Kepala BGN, Dadan Hindayan, menegaskan bahwa penyesuaian skema distribusi akan dilakukan berdasarkan karakteristik penerima manfaat di lapangan.

​Strategi Distribusi Ramadan

​Pemerintah membagi protokol distribusi ke dalam tiga kategori utama guna memastikan ketepatan sasaran:

  • Kelompok Non-Puasa: Bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, distribusi tetap berjalan normal karena balita tidak terkena kewajiban puasa.
  • Peserta Didik: Di wilayah mayoritas Muslim, makanan dibagikan pada jam sekolah untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa.
  • Lingkungan Pesantren: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren akan menggeser waktu distribusi mendekati waktu magrib.
  • Wilayah Non-Muslim: Pelaksanaan MBG berjalan seperti biasa tanpa perubahan jadwal.

​Audit Strategis: Capaian & Proyeksi MBG 2026

​Hingga awal 2026, Program MBG telah menunjukkan skala operasi yang masif dengan dampak ekonomi berganda di tingkat desa.

Audit Strategis: Ekspansi Makan Bergizi Gratis

Indikator PerformaCapaian (Februari 2026)Target (Desember 2026)
Penerima Manfaat60 Juta Jiwa82 JUTA JIWA
Dapur SPPG Beroperasi22.275 Unit+13.829 (Proses)
Penyerapan Tenaga Kerja~1 Juta Orang3-5 JUTA ORANG

Investasi Sosial dan Keamanan Pangan

​Presiden Prabowo Subianto, dalam Rakornas di Sentul, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk daya saing bangsa. Meskipun terdapat laporan gangguan kesehatan dalam jumlah terbatas, secara statistik angka tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan total distribusi.

​Pemerintah berkomitmen meningkatkan standar keamanan pangan dan memperkuat sinergi dengan petani serta nelayan lokal sebagai pemasok bahan baku. Program ini kini menjadi sorotan internasional sebagai model investasi sosial yang efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *