DIPLOMAT NEWS

Kemlu Upayakan Pembebasan WNI yang Diculik di Teluk Guinea

Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom)

JAKARTA, getnews.co.id — Perairan Gabon kembali menjadi ladang maut bagi pelaut Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa empat Anak Buah Kapal (ABK) WNI diculik oleh kelompok bajak laut dalam serangan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 di perairan Gabon, Minggu (11/1/2026).

​Aksi bajak laut ini menambah daftar panjang ancaman keamanan maritim di pesisir barat Afrika. Dari total 12 awak kapal, 9 orang dibawa lari oleh pelaku ke lokasi yang belum diketahui, sementara 3 orang lainnya—termasuk 2 WNI—berhasil lolos dari maut dan kini berada di bawah perlindungan otoritas setempat di Libreville.

Diplomatic & Security Audit

“Audit Strategis Getnews melihat insiden di perairan Gabon ini sebagai pengingat keras atas kerentanan pekerja migran kita di sektor maritim internasional. Teluk Guinea tetap menjadi titik panas (hotspot) pembajakan global yang paling agresif. Kemlu dan KBRI Yaounde kini berpacu dengan waktu dalam diplomasi ‘tekanan tinggi’ terhadap perusahaan pemilik kapal dan otoritas Gabon. Keberhasilan penyelamatan ini akan menjadi ujian nyata bagi mesin pelindungan WNI di Afrika Barat, terutama dalam memastikan hak-hak ketenagakerjaan tidak menguap di tengah situasi krisis seperti ini.”

Operasi Pemburuan di Libreville

​Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pemerintah telah menggerakkan KBRI Yaounde untuk menekan otoritas setempat agar segera melakukan pengejaran. Saat ini, personel Angkatan Laut Gabon di bawah komando Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong telah memulai operasi pemburuan skala besar terhadap para penculik.

​“Segera setelah mendapat informasi, Kemlu melalui KBRI Yaounde melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” ujar Heni, Selasa (13/1/2026).

   
        Konteks Terkait:                     “Nyawa Murah di Teluk Guinea”            
   

Dashboard Krisis: Insiden Pembajakan IB FISH 7

​Berikut adalah rincian data korban dan status terkini yang dihimpun Redaksi Getnews:

Crisis Monitoring: WNI ABK Kidnapping in Gabon
Kategori AwakJumlah/Negara AsalStatus Terkini
Korban Diculik4 WNI & 5 WN Tiongkok.Dalam Pencarian (Ops AL Gabon).
Korban Selamat2 WNI & 1 WN Lainnya.Aman di Libreville.
KapalIB FISH 7 (Penangkap Ikan).Dikawal ke Ibukota Gabon.
Sumber: Keterangan Resmi Kemlu RI & AL Gabon | Jan 2026

Hak Ketenagakerjaan Jadi Atensi

​Selain upaya penyelamatan nyawa, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan kapal terhadap hak-hak para ABK. Heni Hamidah memastikan bahwa KBRI Yaounde akan terus mengawal agar hak ketenagakerjaan, baik bagi ABK yang selamat maupun keluarga dari ABK yang diculik, tetap dipenuhi sesuai kontrak dan hukum internasional.

​Kasus ini menjadi ujian bagi diplomasi perlindungan WNI di benua Afrika, mengingat kompleksitas wilayah Teluk Guinea yang seringkali melibatkan jaringan kriminal lintas negara yang sulit ditembus.

Informasi Sumber Resmi

Artikel ini diolah berdasarkan rilis berita resmi yang diterbitkan oleh Portal Komunikasi Publik (InfoPublik.id).

*Konten rilis telah disesuaikan dengan standar editorial Getnews.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *