GREEN ANALYSIS – Narasi pemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat kini bergeser dari sekadar pengamanan menjadi pusat produksi pangan berkelanjutan. Pada Kamis (15/1/2026), Lapas Kelas IIA Lombok Barat membuktikan bahwa dinding penjara bukan penghalang bagi kedaulatan pangan. Melalui Panen Raya Serentak yang dipantau langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Lapas Lobar sukses mengonversi 1,5 hektare lahan tidur menjadi lumbung padi produktif.
Kakanwil Ditjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna, menegaskan bahwa keberhasilan memanen 3,8 ton padi dan 300 kilogram kangkung ini adalah bukti bahwa warga binaan bisa menjadi aktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah di tengah ancaman krisis iklim.
“Getnews melihat Panen Raya Lapas Lobar sebagai model ‘Agro-Rehabilitasi’ yang cerdas. Di saat lahan pertanian di luar mulai tergerus beton, asimilasi 17 warga binaan untuk mengelola 1,5 hektare lahan adalah langkah taktis untuk menjaga metabolisme ekologi lokal. Green Analysis mencatat: pemanfaatan hasil panen untuk penyedia Bahan Makanan (BAMA) internal dan bantuan sosial bagi korban bencana menciptakan sistem ekonomi sirkular yang tertutup namun berdampak luas. Ini bukan sekadar memetik padi, tapi memulihkan martabat manusia melalui interaksi dengan tanah.”
Ekonomi Sirkular di Balik Tembok
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, merinci bahwa keterlibatan warga binaan dalam program asimilasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif. Hasil penjualan padi tidak hanya masuk ke kas negara, tetapi dialokasikan sebagai premi kerja dalam bentuk tabungan bagi warga binaan.
“Ini bukan semata soal panen, tetapi tentang proses pembinaan. Kami ingin warga binaan merasakan bahwa hasil kerja mereka bernilai dan membawa manfaat,” tegas M. Fadli.
Dashboard Produksi: Panen Raya Lapas Lobar 2026
| Komoditas Pertanian | Luas Lahan | Total Produksi |
|---|---|---|
| Padi (Ketahanan Pangan) | 1,5 Hektare | 3,8 Ton |
| Hortikultura (Kangkung) | 15 Are | 300 Kilogram |
| Tenaga Kerja Asimilasi | 17 WBP | Keterampilan Agribisnis |
Melalui sinergi ini, Lapas Lombok Barat tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai institusi pembinaan yang humanis. Di tangan para warga binaan, tanah aspal perbatasan lapas berubah menjadi bukti hijau bahwa pemulihan jiwa seringkali dimulai dari merawat akar.




