AMBARA – Selamat pagi bagi para pemilik cicilan motor yang hari ini bisa bernapas sedikit lebih lega. Kemkomdigi baru saja melakukan “diet paksa” terhadap delapan aplikasi Mata Elang yang hobi mengintip data nasabah di aspal panas. Ini kabar segar, seiring dengan kabar bahwa negara sudah menyerap Rp 52,9 Triliun hanya untuk memastikan piring makan rakyat tidak kosong.
Selama ini, kita hidup dalam Digital Panopticon—sebuah penjara tak kasat mata di mana data pribadi kita, dari ciri fisik sampai status cicilan, bisa diakses oleh aplikasi macam BESTMATEL. Tapi langkah Dirjen Alexander Sabar mencabut akses aplikasi-aplikasi ini adalah pesan kuat: privasi kita bukan barang dagangan yang bisa diobral di terminal atau pangkalan debt collector.
Langkah ini adalah bentuk “pembersihan halaman” digital yang krusial sebelum kita bicara soal Sovereign AI atau kedaulatan digital yang lebih muluk. Apa gunanya punya AI canggih dari DeepMind kalau data dasar rakyatnya saja masih bisa “di-spill” oleh aplikasi liar?.
Kenyang di Luar, Aman di Dalam
Di bawah langit AMBARA, kita melihat sebuah harmoni kebijakan yang menarik. Di satu sisi, negara menggelontorkan triliunan rupiah agar gizi anak bangsa terjaga. Di sisi lain, negara mulai galak menjaga “gizi” data pribadi kita agar tidak dimangsa predator digital.
Ini adalah strategi “dua pilar”: Perut Kenyang, Data Tenang. Karena kedaulatan sejati bukan cuma soal target pertumbuhan 8% milik Menkeu Purbaya, tapi soal perasaan aman warga negara saat berkendara di jalanan tanpa perlu merasa diintai oleh “mata” yang tak diundang.
Menuju 2026 yang Lebih Bermartabat
Jika tahun depan kita bicara soal UMP yang naik secara “layak” (meski buruh masih harus demo untuk itu), maka kelayakan itu harusnya sepaket dengan keamanan data pribadi. Jangan sampai upahnya naik sedikit, tapi datanya bocor banyak.
Semoga langkah “delisting” ini bukan sekadar musiman, melainkan awal dari ruang digital yang benar-benar bersih. Biarlah mata elang tetap menjadi milik burung elang di langit Papua yang kita jaga hartanya, bukan menjadi milik aplikasi ilegal yang bikin hidup nasabah jadi drama horor setiap hari.
Selamat berakhir pekan, jangan lupa cek piring makan dan amankan izin aplikasi di HP Anda.




