EKONOMI GET !NSIGHT NASIONAL

KILAS BALIK EKONOMI 2025: Resiliensi, Danantara, dan Reformasi Total Era Purbaya

KILAS BALIK EKONOMI 2025, MENKEU PURBAYA (istimewa/getnews)

JAKARTA, getnews – Tahun 2025 mencatat transformasi fundamental dalam pengelolaan keuangan negara di bawah komando Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sejak awal menjabat, Menkeu Purbaya melakukan gebrakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya: membersihkan “benalu” birokrasi dan mengubah wajah institusi keuangan yang selama ini dianggap kaku dan rawan penyimpangan.

📊 Era Purbaya: Reformasi Bea Cukai & Kedaulatan Fiskal

​Gebrakan paling berani dari Menkeu Purbaya terletak pada pembersihan total di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yang sempat menjadi sorotan publik akibat berbagai skandal integritas.

Gebrakan Menkeu PurbayaDampak & Hasil Nyata
Reformasi Total Bea CukaiPenyederhanaan prosedur impor-ekspor, digitalisasi penuh pengawasan pelabuhan, dan penindakan tegas oknum internal.
Integrasi Pajak & CukaiSinkronisasi data real-time untuk menutup celah kebocoran pajak pada barang-barang mewah dan impor ilegal.
Fiskal Pro-RakyatRealokasi anggaran perjalanan dinas ke dana darurat bencana dan subsidi bunga untuk UMKM lokal.
Efisiensi Anggaran (NTB)Penerapan Sistem Sewa kendaraan dinas nasional sebagai turunan kebijakan efisiensi Menkeu Purbaya.

Kupas Tuntas: Mengapa ‘Purbaya Effect’ Begitu Kuat?

​Sejak hari pertama menjabat, Menkeu Purbaya menekankan bahwa Bea Cukai harus menjadi fasilitator dagang, bukan penghambat. Kebijakannya yang paling ikonik meliputi:

  1. Pembersihan ‘Jalur Tikus’: Penutupan celah penyelundupan barang melalui kerja sama intelijen keuangan global yang diperketat, menghasilkan rekor penyitaan barang ilegal tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
  2. Transparansi Bea Cukai: Membuka kanal pengaduan langsung dan memastikan biaya-biaya di pelabuhan menjadi lebih murah dan transparan bagi pengusaha lokal.
  3. Investasi Melalui Danantara: Purbaya memastikan sinergi antara APBN dan modal investasi Danantara berjalan harmonis tanpa menambah beban utang negara yang berlebihan.

Sisi Lain: Resistensi Internal dan Tekanan Publik

​Reformasi drastis Menkeu Purbaya di Bea Cukai tidak berjalan mulus. Resistensi dari “pemain lama” sempat menciptakan guncangan kecil di sektor logistik. Selain itu, kebijakan pengetatan fiskal sempat dikritik karena dianggap terlalu agresif dalam melakukan pemotongan anggaran di beberapa kementerian teknis. Namun, Purbaya menjawabnya dengan hasil: defisit yang terkendali dan cadangan devisa yang menguat di akhir 2025.

Kesimpulan Redaksi

​Ekonomi Indonesia 2025 adalah ekonomi yang bersih-bersih. Jika Danantara adalah mesin investasinya, maka Menkeu Purbaya adalah penjaga gawang keuangan yang memastikan tidak ada satu rupiah pun bocor di gerbang-gerbang perbatasan. Menuju 2026, tantangan “Era Purbaya” adalah menjaga konsistensi reformasi Bea Cukai agar tidak kembali ke pola lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *