Ridho Orang Tua Lebih Utama dari Sholat, Puasa, dan Sedekah. Amarah Ibu Menjadi Penghalang Utama Saat Sakaratulmaut.
Tersebutlah Alqomah, seorang ahli ibadah yang hidup pada masa Rasulullah SAW. Hari-harinya dipenuhi zikir, sholat Tahajjud, puasa, dan sedekah. Ia dikenal sebagai sosok yang taat. Namun, saat sakaratulmaut menjemput, Alqomah tidak mampu melafadzkan kalimat tauhid, Laa ilaaha illallah, meskipun telah dituntun oleh tiga sahabat Nabi: Bilal, Ammar, dan Suhaib.
Kegagalan seorang ahli ibadah melafalkan syahadat di akhir hayatnya menjadi misteri besar, yang kemudian diungkap oleh Rasulullah SAW sebagai pelajaran abadi bagi seluruh umat Muslim menjelang datangnya bulan Ramadhan: ridho orang tua adalah penentu amal ibadah.
Kunci Syahadat yang Terkunci
Rasulullah, setelah mendengar laporan para sahabat, segera mencari tahu apakah orang tua Alqomah masih hidup. Ternyata, Alqomah memiliki seorang ibu yang sudah tua dan tinggal sendirian di desa.
Pengakuan Sang Ibu: Dihadapan Rasulullah, Ibunda Alqomah akhirnya jujur. Ia mengakui bahwa Alqomah adalah anak yang rajin sholat, puasa, dan shodaqoh, “Akan tetapi…Aku sangat marah kepadanya,”.
Penyebab Murka: Sejak Alqomah menikah, ia melupakan dan meremehkan ibunya. Ia lebih mendengarkan istrinya daripada nasehat ibunya, dan tak pernah meminta maaf. “Sampai sekarang aku tidak ridho kepadanya,” kata sang Ibu sambil menangis.
Hikmah: Kemarahan ibu Alqomahlah yang menyebabkan lisan Alqomah terkunci dan mengalami beratnya sakaratulmaut.
Peringatan Keras Rasulullah
Untuk menyadarkan sang Ibu betapa mengerikannya murka Allah, Rasulullah memerintahkan Bilal untuk mengumpulkan kayu bakar dengan niat membakar jenazah Alqomah.
Adzab Lebih Kekal: Rasulullah bersabda, “Adzab Alloh lebih mengerikan dan lebih kekal,”. Peringatan ini berhasil meluluhkan hati sang Ibu, yang akhirnya mau memaafkan dan meridhoi anaknya.
Syarat Diterima: Rasulullah menegaskan bahwa semua ibadah yang dikerjakan Alqomah tidak ada artinya selama Ibu masih memendam amarah.
Ridho Orang Tua Adalah Segalanya
Segera setelah Ibunda Alqomah meridhoi dengan tulus, Bilal yang diutus kembali ke rumah Alqomah mendengar suara Alqomah melafadzkan “Laa ilaaha illallah” dengan fasih dan jelas, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Pesan Rasulullah:
“Siapa saja yang mengutamakan kepentingan istrinya hingga melalaikan orang tuanya, maka ia akan mendapatkan laknat Alloh, laknat para Malaikat dan laknat semua para manusia. Alloh tidak menerima amal ibadahnya, baik yang wajib maupun yang sunnah, kecuali jika ia bertaubat dan berbuat baik serta mencari ridho orang tua. Sebab ridho Alloh beserta ridhonya orang tua dan murka Alloh beserta murkanya orang tua”.
Kisah Alqomah menjadi pengingat utama bagi umat Muslim: ibadah terbaik di dunia tidak akan berarti jika tidak disertai ridho orang tua. Cari dan minta maaf sekarang, sebelum terlambat.
dbs




