ANALISIS GETNEWS

Konsolidasi ‘Hambalang Lima’ dan Arsitektur Indonesia Inc.

Analisis Indonesia Incorporated, Ekonomi Politik Prabowo, Konglomerat Hambalang, Kebijakan Fiskal Danantara, Hilirisasi Industri Nasional (BPMI SETPRES)

ANALISIS — Ketika lampu-lampu di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang tetap menyala hingga pukul 23.00 WIB pada Selasa malam, pesan yang dikirimkan ke pasar sangat jelas: Sentralisasi kebijakan ekonomi sedang dikukuhkan. Kehadiran lima raksasa ekonomi nasional—Prajogo Pangestu, Anthony Salim, Franky Widjaja, Boy Thohir, dan Sugianto Kusuma—menandakan lahirnya era baru kolaborasi korporasi-negara yang kami sebut sebagai “The Hambalang Consensus.”

​Mengapa ‘Indonesia Incorporated’ Penting Sekarang?

​Konsep Indonesia Incorporated yang diusung Prabowo bukanlah gagasan orisinal, namun eksekusinya di Hambalang menunjukkan pergeseran ke arah model South Korean Chaebol atau Japan’s Keiretsu. Dalam model ini, pemerintah tidak lagi hanya menjadi regulator, melainkan mitra strategis (dan terkadang pemegang saham melalui Danantara) bagi konglomerasi besar untuk memenangkan persaingan global.

​Pesan Prabowo tentang “pembangunan industri yang berdampak pada rakyat” adalah kode bagi para taipan: Keuntungan bisnis harus berjalan selaras dengan stabilitas sosial. Sebagai imbalannya, negara menjanjikan kepastian hukum dan perlindungan industri dalam negeri (proteksionisme strategis).

​Audit Strategis: Anatomi Kekuatan ‘Hambalang Lima’

​Pertemuan ini bukan hanya tentang jumlah aset, melainkan tentang penguasaan hulu ke hilir dalam rantai pasok nasional.

Strategic Audit: The Power Block Analysis

Aktor / GrupSektor StrategisVonis Strategis
Prajogo & Boy ThohirEnergi Terbarukan, Petrokimia, & Hilirisasi Tambang.ENERGY SOVEREIGNTY
Salim & Sinar MasAgribisnis, Logistik Pangan, & Infrastruktur Digital.FOOD & DATA SECURITY
Sugianto Kusuma (Aguan)Pengembangan Kawasan Strategis & Perumahan Rakyat.URBAN TRANSFORMATION

Kesimpulan: Kontrak Sosial Baru?

​Dukungan para taipan terhadap program “makan bergizi gratis” dan “pengentasan kemiskinan” yang disebutkan dalam rilis resmi adalah biaya politik (cost of doing business) yang disepakati untuk menjaga stabilitas rezim. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan Indonesia Incorporated tidak tergelincir menjadi kronisme baru.

​Bagi investor global, pertemuan ini memberikan satu kepastian: Arah ekonomi Indonesia kini diputuskan di satu meja makan yang sangat eksklusif di Hambalang.

Verified Source: BPMI SETPRES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *