EKONOMI NEWS

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Target 2,4 Juta Lapangan Kerja dan Penggerak Ekonomi Desa 2026

Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad ZabadiMedia Briefing DIKSI (Diskusi Redaksi) bertema “Koperasi Desa Merah Putih: Update Terkini dan Arah Kebijakan 2026” yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KemKomdigi) di ANTARA Heritage Center, Rabu (17/12/2025). (Foto: Bismo Infopublik/IGID)

JAKARTA, getnews – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) serta Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat komunikasi publik terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam Media Briefing DIKSI di Jakarta, Rabu (17/12/2025), pemerintah menegaskan bahwa KDMP akan menjadi instrumen strategis penguatan ekonomi desa dan pengendalian harga bahan pokok pada 2026.

​Hingga akhir 2025, sebanyak 82.986 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk. Program ini tidak hanya sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan ekosistem usaha modern yang terintegrasi secara digital melalui sistem SIM COPDES.

Profil dan Target Capaian KDMP 2026

​Berdasarkan Inpres No. 17 Tahun 2025, pemerintah menargetkan operasional penuh KDMP dengan rincian sebagai berikut:

Parameter ProgramData / TargetFungsi & Unit Usaha
Total Koperasi Terbentuk82.986 Unit 6 Unit Usaha Strategis:
1. Gerai Sembako
2. Apotek & Klinik
3. Simpan Pinjam Produktif
4. Pergudangan
5. Layanan Logistik
6. Transportasi
Potensi Lapangan Kerja2,4 Juta Orang
Lahan Terkonsolidasi41.147 Titik21 ribu lokasi dalam proses pembangunan fisik.

Fungsi Strategis bagi Petani dan Nelayan

​Sekretaris Kemenkop RI, Ahmad Zabadi, menjelaskan bahwa KDMP memiliki dua peran vital yang saling mendukung:

  1. Distribusi Bahan Pokok: Menjamin masyarakat desa mendapat akses pangan, energi (BBM/Gas), dan obat-obatan dengan harga stabil sesuai ketetapan pemerintah.
  2. Agregator Ekonomi: Menghimpun hasil tani dan perikanan agar memiliki akses pasar dan fasilitas pascapanen, sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Transformasi Digital: SIM COPDES

​Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, Kemenkop telah meluncurkan Command Center berbasis data real-time. Melalui microsite SIM COPDES, pemerintah dapat memantau kinerja setiap koperasi di pelosok daerah secara akurat, memastikan tidak ada penyimpangan dalam distribusi bantuan maupun operasional unit usaha.

​Plt. Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menambahkan bahwa media berperan penting sebagai jembatan informasi agar masyarakat memahami hak dan manfaat yang bisa mereka dapatkan melalui kehadiran koperasi desa ini.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *