AMBARA – Kita adalah bangsa yang punya hubungan romantis bin aneh dengan segala sesuatu yang berbau “instan”. Ingin kaya, main slot. Ingin pintar, pakai jasa joki. Ingin jantan di ranjang? Nah, di sinilah BPOM baru saja memecahkan balon kebahagiaan kita dengan temuan kopi ilegal rasa sildenafil—bahan kimia yang kalau di apotek harus pakai resep dokter, tapi di warung kopi cukup dibeli dengan harga dua bungkus gorengan. Klaimnya selalu luar biasa: “Perkasa di Ranjang,” “Burung Garuda Terbang Tinggi,” sampai “Istri Minta Lagi.” Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah eksperimen kimia nekat yang membuat jantung Anda berdegup lebih kencang daripada saat dikejar kolektor pinjol.
Masalahnya, kejantanan kita ini sering kali rapuh, serapuh krupuk kaleng yang kena angin. Demi label “laki-laki sejati,” kita rela menyeduh serbuk hitam yang rasa kopinya samar-samar, tapi rasa kimianya terasa sampai ke ujung lidah. Kita begitu percaya pada janji di bungkus kopi yang gambarnya kalau bukan banteng merah, ya pria berotot sedang meringis bangga. Padahal, BPOM sudah wanti-wanti: sildenafil itu obat jantung dan disfungsi ereksi, bukan bumbu dapur. Bayangkan, Anda ingin memberikan “malam tak terlupakan” buat pasangan, tapi malah berakhir memberikan “malam penuh duka” di ruang ICU karena jantung mendadak mogok kerja dan ginjal memutuskan untuk resign tanpa pemberitahuan.
Lucunya lagi, kita ini suka sekali menuntut hak sebagai konsumen yang berdaulat, tapi kedaulatan kita seringkali berakhir di sachet kopi ilegal seharga lima ribuan. Kita panik kalau data pribadi bocor, tapi kita sendiri yang membocorkan racun ke dalam pembuluh darah. Kita ingin vitalitas yang meluap-luap, namun lupa bahwa tubuh kita bukan mesin diesel yang bisa dipaksa kerja lembur tanpa perawatan. Sejatinya, kejantanan sejati itu bukan diukur dari berapa lama Anda bisa bertahan “bertempur” berkat bantuan sildenafil, tapi seberapa sanggup Anda menjaga tubuh agar tetap bisa melihat matahari terbit besok pagi tanpa bantuan mesin cuci darah. Karena percayalah, burung yang terbang terlalu tinggi tanpa navigasi yang benar, ujung-ujungnya pasti akan menabrak dinding rumah sakit juga.




