ANALISIS GETNEWS

KPK Geledah Ditjen Pajak, Menguji Komitmen ‘Bersih-Bersih’ di Jantung Fiskal

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif terkait dugaan suap pengaturan pajak yang melibatkan oknum internal (Foto: istimewa) GETNEWS+

​GETNEWS+ – ​Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali diguncang aksi nyata pemberantasan korupsi. Pada Selasa (13/1) pagi hingga petang, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif di kantor pusat otoritas pajak tersebut. Langkah ini dilakukan guna mencari bukti-bukti tambahan terkait dugaan suap pengaturan pajak korporasi yang melibatkan oknum di jajaran internal.

​Bagi GetNews, penggeledahan yang berlangsung selama berjam-jam ini bukan sekadar rutinitas hukum. Ini adalah pengingat keras atas narasi Paradoks Indonesia: bahwa di saat negara sedang berjibaku mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk program kesejahteraan, justru ada tangan-tangan di dalam yang diduga kuat memotong aliran dana tersebut demi keuntungan pribadi.

Parameter PeristiwaDetail Keterangan
Waktu PenggeledahanSelasa, 13 Januari 2026 (Pagi – Selesai)
Lokasi FokusKantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu RI.
Objek PenyidikanDugaan Suap Pengaturan Nilai Pajak Korporasi.
Dampak Fiskal (Analisis)Erosi Pendapatan Negara & Ketidakadilan Iklim Usaha.

Juru Bicara KPK dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah menyita sejumlah dokumen digital dan catatan keuangan.

“Kami terus melakukan pendalaman terkait pola-pola pengaturan pajak yang merugikan keuangan negara. Penggeledahan hari ini (13/1) adalah bagian dari komitmen KPK untuk memastikan setiap rupiah pajak rakyat masuk ke kas negara tanpa diskon suap,” ujar sumber internal KPK.

​Reformasi birokrasi di tubuh Kemenkeu kini benar-benar diuji. Jika lubang suap pajak ini tidak ditutup secara radikal, maka program-program ambisius pemerintah seperti Sekolah Rakyat hanya akan menjadi proyek yang kekurangan napas fiskal. Rakyat tidak boleh terus diminta patuh sementara oknum di atas asyik mengatur “diskon” pajak melalui jalur belakang.

POJOK GETNEWS

“Rakyat disuruh diet demi ruang fiskal, oknum pajak malah pesta suap di ruang gelap. Ternyata, hantu paling menyeramkan di negeri ini bukan kuntilanak, tapi tikus berdasi yang memegang stempel pajak.”

INFO
Disadur dari laporan utama detikcom edisi Selasa (13/1/2026) mengenai rangkaian penyidikan KPK di Ditjen Pajak Kemenkeu RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *