ACEH, GETNEWS.CO.ID – Lumpuhnya jalur nasional Bener Meriah–Lhokseumawe (jalur KKA) selama lebih dari dua pekan telah memicu krisis kemanusiaan yang mendalam di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sebanyak 177 ribu warga kini terdampak langsung oleh isolasi total akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejak akhir November lalu.
Pantauan dari berbagai sumber lapangan menunjukkan pemandangan memilukan: ribuan warga, termasuk lansia dan anak-anak, terpaksa menempuh perjalanan darat ekstrem. Mereka berjalan kaki belasan hingga puluhan kilometer melewati perbukitan terjal dan jalur berlumpur hanya demi mendapatkan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kelumpuhan Total Jalur KKA
Terputusnya akses jalan utama ini menyebabkan distribusi logistik lumpuh total. Jalur yang menghubungkan pusat ekonomi di Lhokseumawe dengan wilayah dataran tinggi Aceh kini tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut bantuan. Sejumlah jembatan dilaporkan rusak berat, membuat upaya pemulihan oleh BNPB dan Kementerian Sosial terkendala akses medan yang masih labil.
INDONESIA INSIGHTS: Urgensi Mitigasi dan Kedaulatan Logistik
Kejadian ini menjadi pengingat keras akan kerentanan infrastruktur di wilayah rawan bencana di Indonesia. Fenomena warga yang harus berjalan kaki puluhan kilometer di tengah jalur berlumpur bukan sekadar perjuangan bertahan hidup, melainkan potret nyata lemahnya alternatif jalur distribusi logistik di pedalaman Aceh.
Pemerintah pusat perlu segera menetapkan langkah darurat, tidak hanya pada perbaikan jalan nasional, tetapi juga memastikan adanya cadangan logistik (buffer stock) di wilayah-wilayah yang secara geografis mudah terisolasi. Tanpa percepatan pemulihan akses, ancaman krisis pangan dan kesehatan bagi 177 ribu jiwa akan menjadi beban kemanusiaan yang serius di penghujung tahun 2025.
Sumber: TikTok/chibro_14




