MATARAM — Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat resmi merilis jadwal keberangkatan jemaah calon haji (JCH) untuk musim haji 1447 H / 2026 M. Tahun ini, NTB mendapatkan kenaikan kuota signifikan menjadi 5.798 jemaah, yang akan diberangkatkan dalam 15 kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Lombok (LOP).
Penambahan kuota sebanyak 1.299 jemaah dibandingkan tahun sebelumnya ini berdampak pada penambahan jumlah kloter dari 12 menjadi 15 kloter. Proses pemberangkatan dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026, di mana jemaah kloter pertama akan mulai memasuki Asrama Haji Transit Mataram sebelum diterbangkan ke Tanah Suci pada hari berikutnya.
Jadwal Keberangkatan dan Sebaran Kloter
Seluruh jemaah haji NTB akan terbagi ke dalam dua gelombang keberangkatan. Gelombang I akan diterbangkan menuju Madinah, sementara Gelombang II menuju Jeddah. Berikut adalah ringkasan rencana perjalanan haji NTB 2026:
- Masuk Asrama Perdana: 21 April 2026 (Kloter I asal Lombok Timur).
- Pemberangkatan Terakhir: 9 Mei 2026 (Kloter XV – Kloter Campuran).
- Puncak Haji (Wukuf): 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H).
- Awal Pemulangan: 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H).
Kloter XIV dijadwalkan membawa gabungan jemaah dari Kabupaten Bima (58 JCH) dan Sumbawa (338 JCH). Sementara itu, Kloter XV akan menjadi kloter penutup yang berisi jemaah campuran dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat yang dijadwalkan masuk asrama pada 9 Mei 2026.
Fokus Pelayanan Lansia dan Transparansi
Otoritas penyelenggara haji NTB menegaskan bahwa meskipun sedang dalam masa transisi kelembagaan, seluruh tahapan persiapan dipastikan berjalan sesuai timeline. Fokus utama tahun ini tetap pada pelayanan jemaah lanjut usia (lansia) dan peningkatan kualitas fasilitas di asrama haji.
Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan fisik mengingat jadwal keberangkatan yang sudah di depan mata. Digitalisasi sistem pelaporan dan pemantauan kloter juga terus diperkuat guna memastikan keluarga jemaah di tanah air dapat memantau pergerakan kloter secara real-time.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Marvelous Wastra NTB: Bukan Sekadar Peragaan Busana



