NEWS

Kurangi Impor Solar, Pemerintah Alokasikan Biodiesel 2026 Sebesar 15,6 Juta KL

Sejumlah siswa SMP mendonasikan minyak jelantah untuk diubah menjadi biodiesel saat aksi selamatkan bumi dalam Maca Expo ke-8 di Sekolah Islam Terpadu Insantama, Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan Maca Expo ke-8 dengan tema Berliterasi untuk Bumi Lestari yang diikuti sebanyak 347 peserta tingkat SD dan SMP dari wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi tersebut bertujuan untuk membentuk generasi literat yang sadar lingkungan, berpikir ilmiah dan bertindak bijak terhadap alam. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa)

JAKARTA, GETNEWS. – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi menetapkan kuota Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk tahun 2026 sebesar 15.646.372 kiloliter (kl). Kebijakan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat program mandatori Biodiesel 40 persen (B40) guna menekan impor solar sekaligus menggerakkan ekonomi hilir sawit nasional.

​Dirjen EBTKE, Eniya Listyani, menjelaskan bahwa alokasi ini akan disalurkan oleh 32 badan usaha BBM melalui sinergi dengan 26 produsen biodiesel yang telah ditunjuk secara ketat oleh pemerintah.

Struktur Alokasi & Dampak Ekonomi Biodiesel 2026

​Program ini diproyeksikan memberikan efek rembesan (multiplier effect) yang masif terhadap penghematan anggaran negara dan penyerapan tenaga kerja.

Kategori & IndikatorDetail Angka Proyeksi 2026
Alokasi PSO (Kewajiban Publik)7.454.600 Kiloliter (kl)
Alokasi Non-PSO (Industri)8.191.772 Kiloliter (kl)
Penghematan Devisa NegaraRp139 Triliun
Penyerapan Tenaga Kerja> 1,9 Juta Orang
Reduksi Emisi Karbon (CO2e)41,5 Juta Ton

Pengawasan Ketat & Transparansi

​Untuk memastikan kualitas campuran B40 tetap stabil, Kementerian ESDM akan menerjunkan surveyor independen guna memverifikasi volume dan kualitas di setiap titik serah. Pemerintah juga berkomitmen melakukan monitoring standar mutu secara berkala agar performa mesin kendaraan masyarakat tetap terjaga dengan penggunaan bahan bakar nabati ini.

Penyelarasan dengan Visi Swasembada Energi

​Ketetapan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya dibahas di Hambalang, yakni mengejar kemandirian energi nasional melalui sumber daya domestik. Dengan nilai tambah CPO mencapai Rp21,8 triliun, industri sawit nasional diharapkan menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *