Nusa Tenggara Barat

Lampaui Nasional, Angka Stunting NTB di Era Iqbal-Dinda Tembus 13,39 Persen

MATARAM — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan lompatan signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia. Di bawah komando Gubernur Dr. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, angka prevalensi stunting di Bumi Gora berhasil ditekan hingga ke level 13,39 persen. Angka ini menempatkan NTB jauh lebih unggul dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 18,8 persen.

​Capaian ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan manifestasi dari misi “NTB Sehat dan Cerdas” yang menjadi pilar kepemimpinan duet Iqbal-Dinda. Pemerintah Provinsi memandang penanganan stunting sebagai kunci utama pembangunan manusia, bukan sekadar isu kesehatan semata.

​Strategi Hulu ke Hilir

​Kunci keberhasilan NTB terletak pada integrasi program yang menyentuh akar rumput. Pemerintah menerapkan strategi “Hulu ke Hilir” dengan aksi nyata yang dimulai dari bangku sekolah hingga pelosok desa:

  • Intervensi Dini (Hulu): Mempersiapkan calon ibu sejak usia remaja melalui program Aksi Bergizi dan Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.
  • Garda Terdepan: Mengoptimalkan peran 7.800 Posyandu sebagai sentra pemantauan tumbuh kembang anak dan pusat edukasi pola asuh keluarga.
  • Desa Berdaya: Menyinergikan penanganan gizi dengan program pengentasan kemiskinan ekstrem di 106 desa berdaya.

​Audit Strategis: Performa SDM Unggul NTB 2026

​Keberhasilan menekan angka stunting menjadi indikator keberhasilan integrasi kebijakan ekonomi dan kesehatan di tingkat lokal.

Audit Strategis: Capaian NTB Sehat & Cerdas

IndikatorRealisasi NTBVonis Strategis
Prevalensi Stunting13,39% (Nasional: 18,8%).OUTPERFORMING
Infrastruktur KesehatanOptimalisasi 7.800 Posyandu Aktif.ROOTED STRENGTH
Cakupan ProgramIntegrasi 106 Desa Berdaya & Pendidikan.HOLISTIC IMPACT

Dengan fondasi SDM yang semakin berkualitas, visi “NTB Makmur Mendunia” kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan target yang sedang diwujudkan melalui kesehatan mental, pemberantasan penyakit menular, hingga penjaminan kualitas hidup menyeluruh bagi warga NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *