MATARAM, Getnews.co.id – Ratusan massa yang tergabung dalam ormas Laskar Sasak memadati halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa sore (19/1). Alih-alih membawa tuntutan unjuk rasa yang konfrontatif, kehadiran ormas adat terbesar ini justru membawa misi solidaritas dan dukungan total terhadap kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda).
Ketua Umum Laskar Sasak, Lalu Muhamad Ali Sadikin, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini merupakan respon terhadap dinamika politik di media sosial yang cenderung memecah belah persatuan warga NTB.
”Kami datang bukan untuk mendikte, melainkan untuk menjaga marwah kepemimpinan daerah. Laskar Sasak siap mengawal dan mendukung sepenuhnya apapun keputusan Gubernur Iqbal, termasuk dalam menentukan figur-figur strategis di birokrasi demi kemajuan daerah,” tegas Ali Sadikin di hadapan massa.
Deep Analysis
“Mengapa penyerahan mandat ‘Pegat Male’ oleh Laskar Sasak menjadi kunci bagi Miq Iqbal dalam menentukan posisi Sekda NTB?”
BACA ANALISIS LENGKAP: KALKULASI SANG DIPLOMAT →Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Laskar Sasak menyerahkan sebuah mandat simbolis berupa tongkat komando yang disebut “Pegat Male” kepada Gubernur Iqbal. Secara filosofis, simbol ini melambangkan pemutusan segala rintangan dan kebuntuan komunikasi dalam roda pemerintahan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang menemui langsung massa di lapangan, mengapresiasi cara penyampaian aspirasi Laskar Sasak yang dinilai santun dan mengedepankan nilai-nilai luhur adat Sasambo.
”Dukungan ini adalah energi tambahan bagi kami. Persatuan antara pemerintah dan elemen masyarakat adat seperti Laskar Sasak adalah modal utama untuk membangun NTB yang lebih baik,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur.
Pantauan Getnews.co.id di lokasi menunjukkan aksi berlangsung sangat kondusif. Penyerahan mandat ‘Pegat Male’ ini sekaligus menetralisir isu adanya resistensi kelompok lokal terhadap kebijakan Gubernur, termasuk polemik mengenai pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang belakangan menghangat.
Dengan adanya dukungan terbuka ini, Gubernur Iqbal kini mengantongi legitimasi kultural yang kuat untuk menjalankan agenda birokrasinya tanpa bayang-bayang tekanan kelompok kepentingan tertentu. (Red)
Sumber: Data Olahan Redaksi Getnews.co.id




