JAKARTA, getnews – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, menginstruksikan seluruh jajaran agar mengedepankan akurasi data berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam program strategis nasional.
Penekanan ini disampaikan Luhut saat Rapat Sosialisasi Tingkat Nasional Piloting Digitalisasi Bansos di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
AI Jadi Kunci Melawan Penyimpangan Bansos
Pemanfaatan teknologi AI menjadi krusial untuk dua program utama: digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan e-katalog. Tujuannya adalah menciptakan sistem bansos yang transparan, efisien, dan minim penyimpangan.
Baca juga yang ringan biar ngak cepet stroke: RLM: Turis Numpang Kencing Lalu Pergi? Guide Aziz Punya Solusi Ekstrem
Dengan mengandalkan AI, diharapkan proses identifikasi dan verifikasi data calon penerima bantuan dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi, memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Banyuwangi Jadi Model Sukses yang Dipuji Luhut
Luhut secara khusus menyoroti keberhasilan uji coba penyaluran bansos berbasis digital yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
“Banyuwangi sangat sukses dalam menjalankan digitalisasi bansos,” kata Luhut.
Antusiasme warga Banyuwangi terhadap program percontohan di Desa Kemiren cukup tinggi, didasari oleh optimisme bahwa sistem baru ini akan lebih mudah diakses dan mampu mendistribusikan bantuan secara lebih akurat, mengatasi masalah data tumpang tindih yang sering terjadi.
Keberhasilan Banyuwangi menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital, didukung teknologi canggih, adalah jalan keluar untuk menguatkan pelayanan publik dan mewujudkan visi pemerintahan yang efektif.
infopublik.id




