BOALEMO — Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat menangkap peluang pembangunan infrastruktur pendidikan nasional. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara terbuka mendesak Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, agar segera merealisasikan pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Boalemo.
Dalam peninjauan lokasi pada Selasa, 10 Februari 2026, Idah Syahidah mengajukan tiga titik strategis sebagai calon markas sekolah berasrama tersebut. Dua lokasi berada di Kecamatan Tilamuta, tepatnya di Desa Piloliyanga dan Desa Ayuhulalo, sementara satu lokasi lainnya terletak di Kecamatan Wonosari.
“Insya Allah kunjungan ini akan memberikan kesan yang terindah dengan dibangunnya Sekolah Garuda di Gorontalo. Saya berharap Ibu Wamen bisa memaparkan itikad baik kami ini kepada Bapak Presiden,” ujar Idah Syahidah.
Jualan Protein Ikan dan Trah Intelektual
Gorontalo tidak hanya menawarkan lahan. Wagub Idah secara cerdik menonjolkan keunggulan komparatif daerahnya, mulai dari ketahanan pangan hingga nilai historis. Ia menyebut kelimpahan ikan sebagai sumber protein tinggi yang sangat mendukung program gizi peserta didik di sekolah sains tersebut.
Lebih dari itu, Idah menyeret nama-nama besar yang lahir dari tanah Gorontalo sebagai bukti bahwa daerah ini adalah “pabrik” otak cemerlang Indonesia. “Gorontalo punya tokoh besar nasional seperti B.J. Habibie, H.B. Jassin, hingga J.S. Badudu. Ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak agar menjadi generasi unggul di bidang sains dan teknologi,” tambahnya.
Audit Strategis: Kesiapan Boalemo untuk Sekolah Garuda
Kesiapan lahan dan dukungan sumber daya lokal menjadi variabel penentu bagi pusat dalam mengeksekusi proyek pendidikan bernuansa nasionalis-teknokratis ini.
Wakil Menteri Stella Christie menyambut baik usulan tersebut sembari melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek geografis dan teknis ketiga lokasi. Jika terealisasi, Sekolah Garuda Boalemo diproyeksikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) baru di wilayah Indonesia Timur, mencetak teknokrat masa depan yang memiliki akar nasionalisme kuat.
Verified Source: InfoPublik.id




