NEWS PARLEMEN

Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Saat Libur: BGN Siapkan Skema Delivery ke Rumah Siswa

Pada foto, sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (08/12/2025).ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

JAKARTA, GETNEWS. – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan meski memasuki masa libur sekolah akhir tahun 2025. Guna mengatasi kendala jarak dan efektivitas, pemerintah tengah merancang sistem distribusi berbasis pengantaran (delivery) agar nutrisi anak sekolah, ibu hamil, dan balita tetap terjaga tanpa harus datang ke sekolah.

​Langkah ini mendapat sorotan dari Komisi IX DPR RI yang mengingatkan agar aspek logistik benar-benar matang agar program tidak menjadi mubazir.

Baca juga: Makan Gratis Saat Libur: Antara Niat Mulia dan Uji Nyali Logistik

Skema Penyaluran MBG Masa Libur Sekolah

​Pemerintah membagi mekanisme distribusi berdasarkan kategori penerima manfaat dan kesediaan siswa untuk hadir di Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).

Kategori PenerimaMekanisme Distribusi Libur
Ibu Hamil & BalitaBerjalan normal seperti biasa melalui titik layanan terdekat.
Siswa Sekolah (Awal Libur)Menu siap santap (Telur, Susu, Abon/Dendeng) selama maksimal 4 hari.
Siswa Sekolah (Lanjutan)Opsi: Ambil di SPPG, Makan di Sekolah, atau Mekanisme Pengantaran ke Rumah.

Sorotan DPR: Efektivitas Jarak Rumah

​Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengingatkan bahwa faktor jarak rumah ke sekolah seringkali menjadi penghambat bagi siswa untuk mengambil jatah makanan saat libur. “Jarang sekali anak yang mau ke sekolah cuma sekadar mengambil satu porsi makanan jika rumahnya jauh,” ujar Irma (23/12). Ia menekankan agar Badan Gizi Nasional benar-benar siap secara teknis sebelum memaksakan program berjalan di masa libur.

Inovasi Distribusi dan Inventarisasi

​Kepala BGN, Dadan Hindayan, menjelaskan bahwa setiap SPPG saat ini tengah melakukan inventarisasi data siswa yang bersedia datang ke sekolah. Bagi yang tidak memungkinkan hadir, sistem pengantaran menjadi solusi yang sedang dimatangkan. Inovasi ini diharapkan memastikan bahwa target kontribusi gizi nasional tetap tercapai meskipun aktivitas belajar mengajar sedang berhenti sementara.

dpr.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *