GET CORNER

Mengenal Kopi Liberika Lumajang: Cita Rasa Unik dari Lereng Gunung Semeru

insert kopi liberika QOHWAH (istimewa/getnews)

LUMAJANG, getnews – Di tengah dominasi kopi Arabika dan Robusta yang membanjiri pasar massal, sebuah narasi “sunyi” lahir dari Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Abdul Rohman (45), melalui jenama Original Qohwah, memilih untuk setia pada Kopi Liberika—varietas kopi yang sering dipinggirkan namun memiliki karakter nangka matang dan aroma tanah basah vulkanik yang jujur.

​Berasal dari mineral kaya lereng Gunung Semeru dan Gunung Lemongan, kopi ini bukan sekadar minuman, melainkan dialog antara kesabaran petani dan kegagahan alam vulkanik Lumajang.

Profil Eksklusivitas Original Qohwah Lumajang

​Original Qohwah hadir sebagai kopi hitam murni yang tidak berusaha menyenangkan semua orang, melainkan ditujukan bagi mereka yang memahami “kejujuran” rasa.

Karakteristik ProdukDetail Original Qohwah
Varietas KopiLiberika (Anomali Kopi Hitam Murni).
Profil RasaAroma Nangka Matang, Aftertaste Kayu Terbakar, Herbal Kuat.
Asal TanahTanah Vulkanik Lereng Gunung Semeru & Gunung Lemongan.
Filosofi ProduksiPetik Merah, Penjemuran Teliti, Tanpa Campuran (No Compromise).

Abdul Rohman: Jalur Sunyi Sang Kurator Liberika

​“Liberika punya karakter yang tidak dimiliki kopi lain. Rasanya tegas dan jujur apa adanya,” ujar Abdul Rohman (29/12). Baginya, keterbatasan produksi justru menjadi kekuatan. Banyak petani lokal awalnya hanya menyimpan Liberika untuk konsumsi pribadi karena sifatnya yang langka. Abdul kemudian hadir menjadi “jembatan” yang membawa kopi ini ke pasar kelas menengah ke atas yang mencari eksklusivitas dan storytelling di setiap tegukannya.

Simbol Ketangguhan Lokal

​Original Qohwah yang tersedia dalam kemasan 200 gram hingga 500 gram ini membuktikan bahwa kekayaan lokal Lumajang tidak perlu berteriak untuk dikenal. Di tengah arus globalisasi rasa yang serba instan, kopi ini berdiri tegak dengan identitas vulkaniknya. Ia adalah pesan bahwa karakter yang kuat tidak diciptakan untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk diingat oleh mereka yang benar-benar memahami arti sebuah proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *