EKONOMI Nasional NEWS

Menkeu Purbaya: Efisiensi MBG Hemat Rp 40 Triliun

Dalam paparan "APBN Kita" pada Senin, 23 Februari, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menampilkan wajah fiskal yang agresif namun tetap pruden (KEMENKEU/GETNEWS.)

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan potensi penghematan signifikan dalam pelaksanaan program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui serangkaian audit sistemik dan optimalisasi rantai pasok lokal, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran hingga Rp 40 triliun dari total alokasi APBN yang telah direncanakan.

​Langkah efisiensi ini, menurut Menkeu, tidak akan mengurangi kualitas gizi maupun porsi makanan yang diterima oleh anak-anak sekolah. Sebaliknya, penghematan dilakukan dengan memangkas biaya distribusi yang tidak perlu serta mengeliminasi perantara dalam pengadaan bahan pangan.

Strategi Rantai Pasok Lokal

​Kunci utama dari penghematan ini adalah integrasi langsung antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan koperasi petani dan peternak di tingkat desa. Dengan memprioritaskan suplai dari radius terdekat, pemerintah berhasil menekan biaya logistik secara drastis sekaligus menghidupkan ekonomi sirkular di pedesaan.

​”Kami melakukan orkestrasi besar-besaran pada sisi suplai. Dengan melibatkan UMKM dan koperasi lokal secara langsung, margin yang sebelumnya diambil oleh distributor besar kini bisa kita pangkas dan dikembalikan menjadi penghematan kas negara,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Digitalisasi dan Pengawasan Ketat

​Selain jalur distribusi, digitalisasi sistem pelaporan dan pemantauan stok menjadi faktor krusial lainnya. Penggunaan platform terintegrasi memungkinkan Kementerian Keuangan untuk melacak setiap rupiah yang dikeluarkan secara real-time, meminimalisir risiko kebocoran anggaran atau penggelembungan harga (mark-up).

​Menkeu Purbaya menambahkan bahwa dana hasil efisiensi sebesar Rp 40 triliun tersebut nantinya akan dialokasikan kembali untuk memperkuat infrastruktur pendukung gizi, seperti pembangunan dapur-dapur standar higienis di wilayah pelosok yang selama ini sulit dijangkau. “Prinsip kita adalah value for money. Setiap sen APBN harus berdampak maksimal bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia kita,” pungkasnya.

Fiscal Audit

Komponen EfisiensiStrategi Penurunan BiayaProyeksi Penghematan
Logistik & DistribusiRantai Pasok Pendek (Radius Desa)Rp 18 Triliun
Pengadaan BahanDirect Sourcing Koperasi/UMKMRp 12 Triliun
Administrasi & ITDigitalisasi Sistem Monitoring Real-timeRp 5 Triliun
Eliminasi WastageAkurasi Data Penerima Manfaat (AI)Rp 5 Triliun
TOTAL POTENSI EFISIENSIRp 40 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *