Jakarta, getnews – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan creative digital agency PT. Imaji Masa Depan (Imaginexis) untuk memperkuat transformasi digital dan pengembangan talenta kreatif yang melek teknologi. Dukungan konkret ini diwujudkan dengan menyambut baik inisiatif acara Indonesia Digital Outlook 2026 bertajuk DIGINEX conXperience DIGINEX yang dijadwalkan pada September tahun depan, sebagai wadah penting dalam memacu ekosistem ekonomi kreatif digital Indonesia.
“Kementerian Ekraf sangat mendukung acara DIGINEX conXperience yang menjadi agenda penting bagi banyak orang sehingga bisa beradaptasi menggunakan teknologi digital dan mengombinasikan dengan ekosistem digital. Konsep acara yang dipaparkan sudah dipersiapkan jauh hari hingga membuat road to pada Desember 2025 jadi bisa digaungkan lebih lanjut dan bisa dibantu juga untuk mempromosikan acara ini lewat kolaborasi dengan influencer-influencer digital,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam audiensi bersama Imaginexis di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.
Menteri Ekraf turut menyebutkan prioritas transformasi digital dan penguatan ekosistem kreatif melalui berbagai program, termasuk peningkatan data, komersialisasi Hak Kekayaan Intelektual, dan pengembangan talenta digital. Menteri Ekraf juga mendorong Imaginexis berkolaborasi dengan Kementerian Informatika dan Digital (Komdigi) yang memiliki concern yang sama untuk memperkuat daya saing industri kreatif digital.
“Sehingga acara ini bisa terimplementasi dan mencapai transformasi digital bersama. Sebab Kemkomdigi punya target Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) dan telah menyusun Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dan Konsep Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial. Sementara Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kementerian Ekraf lebih mengarah pada realisasi investasi, nilai ekspor, tenaga kerja, serta target PDB,” jelas Menteri Ekraf.
DIGINEX merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi Imaginexis dengan tiga program atau konten utama seperti Indonesia Digital Outlook 2026, DIGINEX conXperience (konferensi), dan Digital Expo. Rencananya, acara ini akan digelar pada 9-10 September 2026 di JS Luwansa Hotel yang juga bakal menghadirkan Menteri Ekraf sebagai keynote speaker dan Wamen Ekraf Irene Umar sebagai narasumber pada sesi diskusi panel.
“Kementerian Ekraf punya prinsip kolaborasi hexahelix yang mana selain pemerintah harus ada keterlibatan dari akademisi, bisnis, media, komunitas, dan lembaga keuangan. Acara DIGINEX bisa juga dikoneksikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sehingga bisa in line antarkementerian maupun lembaga melakukan penguatan ekosistem ekraf berbasis Information Technology (IT), terutama digitalisasi,” ungkap Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam.
Diskusi terus berlanjut dengan menyoroti pentingnya digitalisasi sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi kaum muda. Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf juga menganggap bahwa digitalisasi tidak bisa dipisahkan dari ekonomi kreatif dan inovasi menjadi kata kunci dari semua itu.
“Acara DIGINEX bisa diarahkan seperti apa meng-reshaping value chain of creative economy. Dari creation and distribution, mengarah ke digital marketing monetization. Itulah kekuatan Indonesia karena kreativitas dan inovasi tak pernah berkurang sebagai social capital maupun digital culture asset yang berdaya saing atau kompetitif,” tambah Rian Syaf.
Co-founder Imaginexis, Hastjarjo Boedi Wibowo antusias mendengar paparan dari pihak Kementerian Ekraf sebab sejalan dengan visi perusahaan untuk fokus pada inovasi dan transformasi digital yang mendorong kemajuan ekosistem teknologi di Indonesia melalui kreativitas event berbasis teknologi yang tujuannya membangun Intellectual Property (IP) event maupun mendukung startup Indonesia.
“DIGINEX akan menjadi konferensi sekaligus ekshibisi yang tidak hanya menekankan pada teknologi digital saja, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan impact sehingga menjadi event yang lebih komprehensif. Bahkan, masalah kontekstual seperti mental health yang disebabkan sindrom kemajuan teknologi digital juga akan diangkat melalui acara ini. Masih banyak topik aktual dan narasumber berpengalaman yang bakal hadir dalam DIGINEX conXperience,” ucap Hastjarjo Boedi Wibowo.
Dalam pertemuan ini, Menteri Ekraf didampingi Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Digital, Ridha Pradana. Selain itu, dari pihak Imaginexis turut hadir Co-Founder Imaginexis, Elga Yulwardian; Advisor Imaginexis, Bambang Setiawan; serta Tim Imaginexis lainnya Handry Wiranto, Jessica, dan Kallista.
Kementerian Ekonomi Kreatif




